JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) akan berkeliling ke 38 provinsi di Indonesia mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengungkapkan, kegiatan keliling "Indonesia Jokowi" bersama PSI itu akan dimulai dari Lampung pada akhir Juni 2026.
Dari Lampung, Jokowi juga direncanakan menyambangi Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Jadi gini, bahwa 38 provinsi ini akan dikunjungi oleh beliau yang berdasarkan undangan maupun ada program safari beliau sebagai mantan presiden ya, Presiden ke-7, menyambangi masyarakat ya kan. Gitu, jadi nanti 38 provinsi itu didatangi gitulah," ujar Bestari saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/6/2026).
Menurut Bestari, Jokowi saat ini sudah menjadi bagian dari PSI.
Baca juga: Soal Jokowi Masuk PSI, PDI-P: Kami Pantau Gerakan Bajak Kader dengan Tawaran Materi
Selama kegiatan safari itu, Jokowi juga akan diminta untuk menyampaikan bahwa dirinya sudah di PSI, bukan PDI-P lagi.
"Pak Jokowi sudah bersama PSI, namun tentu masyarakat harus lebih mengetahui dengan Pak Jokowi nanti ya kita harapkan itu menyampaikan kepada masyarakat, 'saya sekarang di PSI', begitu," imbuhnya.
Bestari juga menekankan, Jokowi akan segera menjabat sebagai Dewan Pembina partai.
Ia menambahkan, proses tersebut hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk seremoni pemberian jaket berlambang partainya.
"Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan Ketua Umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi," ujar Bestari.
Baca juga: PSI Dinilai Butuh Efek Jokowi untuk Survive di Perpolitikan Nasional
Diawasi PDI-PPDI-P mengaku partainya terus mengawasi gerakan PSI di tengah rencana Jokowi bergabung dan menjabat sebagai Dewan Pembina partai berlogo gajah.
Pengawasan dilakukan karena PDI-P mendeteksi adanya upaya membujuk kader-kader PDI-P untuk masuk PSI.
Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus mengaku mendapatkan informasi bahwa langkah itu dilakukan dengan tawaran bantuan material.
"Kami terus mengawasi gerakan mereka yang terus menerus berusaha membujuk kader-kader PDI-P untuk masuk PSI di berbagai daerah, baik anggota dewan, kepala daerah, hingga pengurus partai dan kader," ujar Deddy, Senin (15/6/2026).
"Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Tidak tahu kebenarannya," sambungnya.
Baca juga: Pengamat: Menjadikan NTT Sebagai Kandang Gajah Dinilai Realistis bagi Jokowi





