Mahfud MD Ungkap Alasan Masih Rajin Bersuara: Indonesia Milik Semua Rakyat

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa Indonesia bukan milik individu, kelompok tertentu, maupun partai politik, melainkan milik seluruh rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud saat menjawab pertanyaan mengenai alasan dirinya masih aktif menyuarakan pandangan dan mengkritik sejumlah kebijakan meski tidak lagi menjabat di pemerintahan.

“Karena Indonesia bukan milik orang per orang, bukan milik kelompok, bukan milik partai, tapi milik seluruh rakyat yang kemudian saling berbagi tugas untuk menikmati kebaikan dan menjaga kebaikan itu,” kata Mahfud, dikutip dari tayangan YouTube Gaspol Kompas.com, Selasa (16/6/2026).

Baca juga: Gaspol! Mahfud Nilai UU Polri Abaikan Komisi Reformasi, Sebut Ada yang Takut

Mahfud mengaku tidak mempunyai keresahan terhadap situasi pada saat ini, tetapi terpanggil untuk menjalani Tanah Air agar tetap baik bagi warga negaranya.

Dorongan itu muncul karena Mahfud merasakan langsung berbagai kebaikan yang diberikan negara sepanjang perjalanan hidup dan kariernya.

Mahfud juga mengaku merasakan langsung manfaat dari berbagai kesempatan yang dibuka negara, terutama melalui pendidikan.

Ia menuturkan, saat masih muda dirinya tidak pernah membayangkan bisa berkarier di Jakarta, apalagi berkeliling dunia.

“Itu kan karena Indonesia punya pintu-pintu kebaikan. Nah kita akan terus bekerja pintu kebaikan semakin banyak, agar kita semua menikmati kebaikan Indonesia ini,” jelas dia.

Baca juga: Mahfud MD Nilai Reformasi Polri Dijalankan Setengah Hati

Karena itu, Mahfud merasa memiliki utang moral untuk ikut menjaga dan memperbaiki Indonesia agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan serupa.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Jadi kita terpanggil. Saya terpanggil untuk membayar utang kepada bangsa ini yang telah ikut membuka pintu kepada saya menjadi maju,” tegas dia.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga berbagai hal baik yang telah dimiliki Indonesia dan bersama-sama memperbaiki berbagai persoalan yang masih ada.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejarah Penetapan Kalender Hijriah: Mengapa Dimulai dari Hijrah Nabi?
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BGN Evaluasi Insentif Dapur MBG, Tidak Lagi Flat Rp6 Juta/Hari
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Piala Dunia 2026: Pelatih Iran Mengaku Timnya Langsung Diusir usai Laga Kontra Selandia Baru
• 50 menit lalukompas.tv
thumb
PM Jepang usul inisiatif mineral saat G7 bahas kesepakatan AS-Iran
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Istana Beberkan Strategi Pulihkan Kepercayaan Publik di Tengah Gelombang Aspirasi
• 16 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.