Purbaya Buka Peluang Realokasi APBN Lagi usai AS-Iran Capai Kesepakatan Damai

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang bisa mengurangi beban belanja subsidi energi. 

Untuk diketahui, AS dan Iran telah mencapai kesepakatan perdamaian setelah sekitar tiga bulan perang. Penandatanganan resmi antara kedua belah pihak dijadwalkan secara resmi pada Jumat (19/6/2026), di Swiss. 

Menurut Purbaya, tercapainya kesepakatan damai ini bisa mengurangi beban belanja subsidi energi dari APBN yang naik akibat harga minyak. Anggaran yang sudah sempat disisihkan pemerintah dari refocusing dan prioritisasi belanja kini bisa dialihkan lagi untuk kebutuhan-kebutuhan lain.  

"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kami sisihkan untuk subsidi, sehingga akan jauh berkurang ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden," terangnya kepada wartawan usai rapat bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). 

Berdasarkan data APBN sampai 31 Mei 2026, kenaikan harga minyak sebagaimana ditunjukkan pada Indonesia Crude Price (ICP) naik dari asumsi awal tahun US$70 per barel ke US$91,9 per barel secara tahun berjalan (YtD). 

Dengan kombinasi depresiasi rupiah, beban subsidi dan kompensasi energi pun ikut membengkak. Secara keseluruhan, beban belanja subsidi dan kompensasi dari APBN mencapai Rp203,7 triliun sampai bulan lalu atau meroket 208,2% (yoy).

Baca Juga

  • Di Hadapan Jaksa Agung, Purbaya Tegaskan Pelaku Perugian Negara Harus Dikejar
  • Ketum MUI Dukung Purbaya Tolak Intervensi IMF
  • Purbaya Belum Hitung Dampak Peralihan Pertamax ke Pertalite terhadap APBN

Usai tercapainya kesepakatan damai, Purbaya menyebut akan segera mengkaji kembali kondisi APBN. Kemudian, otoritas fiskal bakal mulai melakukan penyesuaian kembali setelah refocusing dan prioritisasi belanja beberapa bulan lalu. 

"Jadi kami lihat seperti apa dan baru kami adjust," pungkasnya. 

Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario terkait dengan kenaikan harga minyak. Namun, pemerintah memastikan harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Solar tidak akan naik sampai akhir tahun dengan asumsi harga minyak tembus rata-rata US$100 per barel sepanjang tahun. 

Sebagai catatan, pada akhir Maret 2026, pemerintah mengumumkan kebijakan penghematan BBM serta kerja dari rumah untuk merespons krisis minyak dunia. Pemerintah juga menargetkan prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian/lembaga dalam kisaran Rp121,2 triliun sampa Rp130,2 triliun. 

Pada Senin (15/6/2026), Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Kesepakatan Perdamaian antara AS dan Iran telah tercapai usai pembicaraan intensif berbulan-bulan. Pakistan diketahui merupakan mediator dari negosiasi tersebut dan turut dibantu oleh Qatar. 

Melalui akun X resmi miliknya @CMShehbaz, dia menyebut kedua negara telah mengumumkan terminasi seluruh operasi militer termasuk di Lebanon. 

"Upacara penandatanganan resmi akan dilakukan pada Jumat, 19 Juni di Swiss," ujar PM Shehbaz. 

Klaim Trump

Pada pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, Presiden AS Donald Trump menyebut seluruh kesepakatan telah ditandatangani. Saat ini pun dia menyebut Selat Hormuz, yang sebelumnya ditutup oleh Iran sudah sebagian dibuka kembali. 

"Namun, pada dasarnya kapal-kapal sudah mulai keluar sekarang. Pada Jumat [Selat Hormuz] akan terbuka sepenuhnya. Kami sangat akur dengan Iran," ujarnya saat bertemu Presiden Macron pada pertemuan tersebut, sebagaimana video yang diunggah oleh akun X Gedung Putih @WhiteHouse, Senin (15/6/2026). 

Trump lalu mengeklaim bahwa kini Iran sudah mengalami pergantian pimpinan sebanyak tiga kali. Menurutnya, kesepakatan ini baru tercapai dengan deretan pimpinan ketiga ini. 

Hal terpenting baginya kini adalah perdagangan minyak dan pasar saham yang pulih setelah berbulan-bulan mengalami tekanan. 

"Yang sangat terpenting adalah harga minyak kini jatuh dan saham melesat seperti roket," lanjutnya. 

Adapun pada Jumat (12/6/2026), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi melalui akun X pribadinya @araghchi juga mensinyalkan Nota Kesepahaman Islamabad semakin dekat untuk tercapai. 

Namun, Menteri Araghchi mengimbau para awak media untuk tidak melakukan spekulasi terhadap isinya.

"Sejalan dengan pendekatan kami yang bertanggung jawab dan transparan, seluruh detail akan dibagikan dengan publik pada waktunya," ujarnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Bandung: Kita Menunggu Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Diharapkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi ASN Pemkot Surabaya Jadi Korban Jambret hingga Meninggal Dunia, Keluarga Tegas Tak Mau Damai
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Rizal Cs Segera Diseret ke Pengadilan, Berkas Korupsi Impor Bea Cukai Sudah P21
• 10 jam laluokezone.com
thumb
5 Update Damai AS-Iran: Kata Arab Saudi-Israel Masih Keras Kepala
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Gabah Kering Panen di Karawang Cukup Tinggi
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.