IPO SpaceX Raih USD10 Miliar Lebih Banyak dari Proposal Awal

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: SpaceX mengumpulkan USD10 miliar lebih banyak dari yang diperkirakan semula ketika menjual sahamnya kepada publik dengan menghasilkan total USD85,7 miliar.
 
Dikutip dari BBC, perusahaan roket dan Kecerdasan Buatan (AI) milik Elon Musk ini berhasil melakukan penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah ketika bergabung dengan bursa saham Nasdaq New York minggu lalu.
 
Pencatatan tersebut telah mengumpulkan USD75 miliar dari investor, yang menurut Musk kepada karyawan akan digunakan untuk mendanai "fase pertumbuhan yang signifikan".
 
Baca juga: IPO SpaceX Bisa Antar Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Namun, bank-bank yang mendukung IPO tersebut menggunakan klausul yang disebut "greenshoe", yang memungkinkan mereka untuk membeli tambahan USD10 miliar saham SpaceX.

Tambahan USD10 miliar yang terkumpul, yang diungkapkan dalam pernyataan SpaceX yang mengumumkan penyelesaian pencatatan, dengan sendirinya akan menempati peringkat sebagai salah satu IPO terbesar dalam sejarah.
 
Hal itu terjadi berkat mekanisme keuangan yang dikenal sebagai opsi penjatahan berlebih, yang lebih  umum disebut sebagai opsi "greenshoe". 
 
Ketika sebuah perusahaan melakukan penawaran umum perdana (IPO) yang sangat dinantikan, permintaan investor dapat melebihi pasokan awal saham.
 
Untuk mencegah fluktuasi harga yang liar dan memastikan peluncuran yang lebih lancar, perjanjian greenshoe memungkinkan bank yang menangani IPO untuk menjual lebih banyak saham daripada yang direncanakan semula.
 
Dalam kasus SpaceX, permintaan sangat tinggi. Para penjamin emisi, termasuk Goldman Sachs, Bank of America, dan JPMorgan, menggunakan opsi tersebut sepenuhnya, membeli tambahan 83,3 juta saham langsung dari perusahaan untuk memenuhi permintaan yang sangat besar.
 
IPO tersebut juga membuat Musk naik status menjadi triliuner, menurut perhitungan Bloomberg. Momentum di balik SpaceX berlanjut pada hari Senin, dengan saham melonjak lebih dari 19% menjadi USD192.
 
Saham tersebut pertama kali ditawarkan kepada investor dengan harga USD135 dengan valuasi sebesar USD1,8 triliun.
 
Karena sebagian besar kekayaan Musk terkait langsung dengan ekuitas SpaceX, status pencapaian barunya sepenuhnya bergantung pada pasar. Penurunan tajam pada harga saham dapat mencabut gelarnya secepat kenaikan berkelanjutan dapat melipatgandakannya.
 
Para analis telah memperingatkan bahwa valuasi SpaceX yang sangat tinggi menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan, menimbulkan pertanyaan tentang apakah perusahaan yang merugi ini dapat mempertahankan pertumbuhannya saat ini di tengah meningkatnya pengawasan regulasi dan persaingan yang meningkat di sektor ruang angkasa komersial.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
BGN Buka Peluang Coret Siswa SMA sebagai Penerima MBG
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Perkuat Ekosistem Halal Global, Kepala BPJPH Raih Gelar Profesor
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Perdagangan, Investasi Hingga Transisi Energi Perkuat Kerja Sama Indonesia-Jerman
• 19 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Tunisia Resmi Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026, Herve Renard Berpotensi Jadi Penggantinya
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.