Pantau - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam pemulihan pascabencana melalui penguatan layanan kesehatan bagi penyintas banjir di Aceh Tamiang, termasuk dengan melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK).
Perguruan Tinggi Diminta Hadir Langsung Melayani PenyintasKepala Pos Komando Wilayah Aceh Satgas PRR Pascabencana Sumatera Safrizal Zakaria Ali menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, khususnya di sektor kesehatan, menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana.
“Dalam kondisi darurat bukan masyarakat yang datang, tapi dokter-dokter yang harus datang. Ini bagian dari bakti perguruan tinggi kepada masyarakat,” ungkapnya.
USK menurunkan tim dokter spesialis, mulai dari spesialis jantung anak, obstetri dan ginekologi, hingga psikolog untuk membantu pemulihan kesehatan dan trauma para penyintas banjir di Aceh Tamiang.
Pemulihan Infrastruktur Kesehatan Terus BerjalanSafrizal berharap keterlibatan perguruan tinggi dapat diperluas ke daerah terdampak lainnya dan meminta tim akademisi menyampaikan berbagai temuan di lapangan sebagai masukan bagi pemerintah.
“Tim yang telah turun ke masyarakat, tolong catat apa yang bisa diberikan kepada saya baik sebagai Ketua MWA atau sebagai Kepala Posko Satgas Bencana. Sarankan kepada kami apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, “Ilmu tidak hanya sekadar ilmu, tetapi ilmu pengetahuan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat bagi manusia,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Posko Satgas PRR per 8 Juni 2026, seluruh rumah sakit umum daerah dan puskesmas di tiga provinsi terdampak yang sempat berhenti beroperasi telah kembali beroperasi normal, sementara 99,76 persen puskesmas pembantu juga telah pulih.
Selain memperkuat layanan kesehatan, Satgas PRR turut meninjau penyediaan air bersih dan berencana menyalurkan 25 ton polyaluminium chloride berstandar food grade untuk mendukung proses penjernihan air di Aceh Tamiang.




