JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa salah satu prioritas tertinggi dalam penanganan pascabencana di Aceh adalah menjamin keselamatan masyarakat, terutama di sektor kesehatan. Diketahui, korban tewas akibat bencana Aceh mencapai ratusan orang.
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh, Safrizal ZA menekankan perlunya pendekatan baru dalam penanganan bencana.
“Dalam kondisi darurat bukan masyarakat yang datang, tapi dokter-dokter yang harus datang. Ini bagian dari bakti perguruan tinggi kepada masyarakat,” kata Safrizal, Selasa (16/6/2026).
Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Syiah Kuala (USK) ini menginisiasi langkah perguruan tinggi turun ke masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan di Hunian Sementara (Huntara) penyintas banjir Aceh Tamiang.
“USK menurunkan tim spesialis, mulai dari ahli jantung anak, obstetri dan ginekologi, hingga psikolog untuk membantu pemulihan trauma pascabencana,” ujarnya.
Dia berharap, inisiatif ini tidak berhenti di Aceh Tamiang, melainkan bisa diperluas ke daerah lain yang terdampak. Safrizal membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain, termasuk di Sumatera Utara, untuk membangkitkan semangat masyarakat.
Ia pun meminta tim dari USK untuk menyampaikan temuan di lapangan sebagai bahan masukan dan evaluasi kinerja pemerintah.
“Tim yang telah turun ke masyarakat, tolong catat apa yang bisa diberikan kepada saya baik sebagai Ketua MWA atau sebagai Kepala Posko Satgas Bencana. Sarankan kepada kami apa yang bisa kita lakukan,” pesannya.
Menutup pesannya, Safrizal menegaskan bahwa ilmu pengetahuan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat bagi manusia. “Ilmu tidak hanya sekadar ilmu, tetapi ilmu pengetahuan menemukan maknanya ketika ia mampu memberikan manfaat bagi manusia,” ujarnya.




