Gempa M 6,7 Guncang Palu dan Sekitarnya, BMKG Ungkap Pusat Gempa Berada di Daratan

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Palu, VIVA – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026. Guncangan kuat yang terjadi pada pagi menjelang siang itu langsung menjadi perhatian masyarakat setelah terasa di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dan berasal dari aktivitas tektonik yang berpusat di daratan.

Baca Juga :
BMKG Keluarkan Prakiraan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Ringan
Korban Tewas Gempa Filipina Bertambah Jadi 61 Orang

Meski memiliki magnitudo cukup besar, hasil analisis awal BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

Pusat Gempa Berada di Tenggara Palu

Berdasarkan data resmi BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur.

Lokasi tersebut berada sekitar 42 kilometer di arah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.

BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal karena memiliki kedalaman pusat gempa hanya 10 kilometer di bawah permukaan bumi.

Kondisi tersebut membuat getaran gempa berpotensi dirasakan cukup kuat oleh masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak.

“Gempa bumi tersebut berkategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer,” demikian keterangan BMKG.

Aktivitas seismik dangkal umumnya menghasilkan guncangan yang lebih terasa di permukaan dibandingkan gempa dengan kedalaman yang lebih besar.

BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Di tengah kekhawatiran masyarakat yang mengingat pengalaman bencana besar di Sulawesi Tengah pada masa lalu, BMKG menegaskan bahwa gempa kali ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah dilakukan pemodelan matematis berdasarkan lokasi episentrum, kedalaman gempa, serta karakteristik sumber gempa yang terdeteksi.

“Hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami,” jelas BMKG.

Informasi tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat pesisir yang biasanya menjadi kelompok paling waspada setiap kali terjadi gempa berkekuatan besar di wilayah Sulawesi Tengah.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait untuk menghindari munculnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Gempa Susulan Terjadi Tiga Menit Kemudian

Tidak lama setelah gempa utama terjadi, aktivitas seismik kembali terdeteksi di wilayah yang berdekatan.

Baca Juga :
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Sultra hingga 19 Juni, Konawe dan Kolaka Jadi Wilayah Paling Rawan
Jumlah Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 53 Orang, 487 Luka dan Ribuan Rumah Rusak
Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 45 Orang, 630 Terluka

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Hantu, Masyarakat Indonesia Paling Takut Sama Ini
• 6 jam laludetik.com
thumb
Harga Emas Hari Ini Selasa 16 Juni 2026, Emas Pegadaian Naik hingga Rp 30.000
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gelombang Aksi Mahasiswa di Berbagai Kota, Soroti Kondisi Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
BGN Evaluasi Insentif Dapur MBG, Tidak Lagi Flat Rp6 Juta/Hari
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Standar Global Pekerja Platform Terbit, Indonesia Belum Punya Aturan Komprehensif
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.