Palu, VIVA – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026. Guncangan kuat yang terjadi pada pagi menjelang siang itu langsung menjadi perhatian masyarakat setelah terasa di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dan berasal dari aktivitas tektonik yang berpusat di daratan.
Meski memiliki magnitudo cukup besar, hasil analisis awal BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
Berdasarkan data resmi BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur.
Lokasi tersebut berada sekitar 42 kilometer di arah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.
BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal karena memiliki kedalaman pusat gempa hanya 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Kondisi tersebut membuat getaran gempa berpotensi dirasakan cukup kuat oleh masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak.
“Gempa bumi tersebut berkategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer,” demikian keterangan BMKG.
Aktivitas seismik dangkal umumnya menghasilkan guncangan yang lebih terasa di permukaan dibandingkan gempa dengan kedalaman yang lebih besar.
BMKG Pastikan Tidak Berpotensi TsunamiDi tengah kekhawatiran masyarakat yang mengingat pengalaman bencana besar di Sulawesi Tengah pada masa lalu, BMKG menegaskan bahwa gempa kali ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah dilakukan pemodelan matematis berdasarkan lokasi episentrum, kedalaman gempa, serta karakteristik sumber gempa yang terdeteksi.
“Hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami,” jelas BMKG.
Informasi tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat pesisir yang biasanya menjadi kelompok paling waspada setiap kali terjadi gempa berkekuatan besar di wilayah Sulawesi Tengah.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait untuk menghindari munculnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Gempa Susulan Terjadi Tiga Menit KemudianTidak lama setelah gempa utama terjadi, aktivitas seismik kembali terdeteksi di wilayah yang berdekatan.





