Pemerintah tak mau terburu-buru mengubah asumsi maupun kebijakan terkait dampak harga minyak dunia meski Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan damai sementara.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih terus memantau perkembangan negosiasi antara kedua negara yang selama ini menjadi perhatian pasar energi global.
"Ya, pertama tentu kita monitor karena harga minyaknya akan turun lagi ke sekitar [USD] 83, tetapi, kan, semua ini baru selesai sudah ditandatangani," kata Airlangga, di kantor Wisma Danantara, Senin (15/6).
Meski prospek perdamaian berpotensi menekan harga minyak mentah dunia, Airlangga menegaskan pemerintah belum akan mengubah pendekatan yang digunakan dalam menyusun kebijakan ekonomi maupun fiskal.
"Jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif. Nunggu sampai ditandatangan," ujarnya.
Sementara Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kesepakatan damai antara AS dan Iran berpotensi memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah.
Purbaya mengatakan pemerintah selama ini telah mencadangkan sebagian anggaran untuk mengantisipasi risiko kenaikan subsidi akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.
“Kan, kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen.
Menurut dia, apabila konflik benar-benar mereda dan harga energi global kembali stabil, tekanan terhadap anggaran subsidi bisa berkurang sehingga pemerintah memiliki ruang untuk mendanai program prioritas lainnya.
AS-Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Bakal DibukaAS-Iran telah mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan perang yang memicu kekhawatiran pasar global. Kedua negara juga sepakat membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan utama perdagangan minyak dunia.
Dikutip dari Bloomberg, para pejabat dari kedua negara akan bertemu di Swiss pada 19 Juni untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut. Ini menjadi keputusan yang menunjukkan beberapa aspek kesepakatan mungkin masih belum terselesaikan.
Belum ada teks yang dirilis oleh kedua pihak, sehingga poin-poin yang paling menjadi kendala akan dibahas pada tahap pembicaraan selanjutnya. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu berjanji kesepakatan akan tercapai pada Minggu, hari ulang tahunnya yang ke-80, dan dia telah berupaya keras agar hal itu segera dilaksanakan.





