jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang aktif melakukan pendekatan dan merekrut kader dari sejumlah partai politik menjelang Pemilu 2029 merupakan hal yang lumrah.
PSI disebut tidak hanya menyasar kader PDI Perjuangan (PDIP),tetapi juga dikabarkan membidik kader dari NasDem, Demokrat, hingga Partai Amanat Nasional (PAN).
BACA JUGA: Jokowi Bakal Pakai Jaket PSI, Deddy Ungkit Pemecatan dari PDIP
Menurut Adi Prayitno, kader biasa, pengurus partai, bahkan pejabat publik sangat mungkin berpindah partai ketika melihat peluang politik yang lebih menjanjikan.
"Di Indonesia, kader biasa, pengurus partai, bahkan pejabat publik sangat mungkin pindah partai di masa mendatang," ujar Adi Prayitno melalui kanal YouTube miliknya, Selasa (16/6).
BACA JUGA: Bukan Sekadar Kontrak Baru, Ini Rencana PSIM untuk Cahya Supriadi
Direktur Parameter Politik Indonesia itu menjelaskan kondisi tersebut menunjukkan identitas kepartaian atau party identification di Indonesia masih relatif rendah.
Karena itu, loyalitas kader terhadap partai tidak selalu bersifat permanen.
BACA JUGA: Analisis Pengamat soal Potensi Jokowi Berjaket PSI, Singgung Tantangan Buat PDIP
"Ini mengindikasikan bahwa identitas kepartaian di Indonesia cukup rendah. Orang yang hari ini berbaju merah, besok bisa saja berbaju partai lain," katanya.
Adi menambahkan perpindahan kader tidak hanya dipengaruhi faktor kedekatan politik, tetapi juga adanya tawaran yang dianggap lebih menguntungkan bagi karier maupun masa depan politik seseorang.
"Kalau ada tawaran yang dianggap jauh lebih menggiurkan, lompatan politik itu sangat mungkin terjadi," pungkasnya.(kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PSIM Yogyakarta Resmi Berpisah dengan Deri Corfe
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra




