Saat Tahun Baru Islam, Teroris Serbu Masjidil Haram-Ratusan Orang Luka

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pendudukan Masjidil Haram (Dok: Saudi soldiers, Mecca, 1979)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat peringatan 1 Muharram, ada satu peristiwa kelam yang masih dikenang dalam sejarah Islam. Pada 20 November 1979 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1400 Hijriah, teroris menduduki Masjidil Haram di Makkah dan menyandera ratusan jemaah.

Peristiwa terjadi sesaat setelah salat Subuh. Ketika para jemaah masih memadati area Masjidil Haram, kelompok bersenjata tiba-tiba mengambil alih lokasi dan menutup sejumlah akses keluar. 

Menurut M. E. McMillan dalam From the First World War to the Arab Spring (2016), pemimpin teroris adalah Juhayman al-Otaybi yang merupakan mantan anggota Garda Nasional Arab Saudi. Ia dan para pengikutnya menuduh keluarga kerajaan telah menyimpang dari ajaran Islam serta terlalu dekat dengan pengaruh Barat, sehingga perlu dikudeta. 


Baca: Percobaan Kudeta di Arab, Masjidil Haram Lumpuh-Jemaah Disandera

Kelompok tersebut juga mengumumkan bahwa salah seorang pengikutnya, Mohammed Abdullah al-Qahtani, adalah Imam Mahdi, sosok yang dalam keyakinan Islam dipercaya akan muncul pada akhir zaman untuk menegakkan keadilan.

Situasi itu membuat pemerintah Arab Saudi menghadapi dilema besar. Di satu sisi, Masjidil Haram merupakan tempat paling suci bagi umat Islam sehingga tindakan militer harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Di sisi lain, para pemberontak telah menyandera banyak orang dan menguasai area masjid.

Setelah memperoleh fatwa dari para ulama, pemerintah Saudi akhirnya melancarkan operasi besar untuk merebut kembali kompleks Masjidil Haram. Pasukan keamanan mengepung lokasi selama hampir dua pekan dan terlibat pertempuran sengit dengan kelompok pemberontak yang bertahan di dalam masjid serta jaringan lorong bawah tanah.

Untuk memaksa para militan keluar, pasukan Saudi menggunakan berbagai strategi, termasuk membanjiri lorong-lorong bawah tanah yang menjadi tempat persembunyian mereka. Dalam operasi tersebut, Arab Saudi juga mendapat bantuan teknis dari unit antiteror Prancis, GIGN.

Baca: Sejarah Penetapan Kalender Hijriah: Mengapa Dimulai dari Hijrah Nabi?

Setelah hampir dua minggu pengepungan, pasukan pemerintah berhasil mengakhiri pendudukan tersebut. Mohammed Abdullah al-Qahtani tewas dalam pertempuran, sementara Juhayman al-Otaybi ditangkap hidup-hidup sebelum dieksekusi pada 1980 bersama sejumlah pengikutnya.

Tragedi pendudukan Masjidil Haram menewaskan 27 jemaah tewas dan ratusan lain terluka. Banyak pengamat menilai insiden yang terjadi tepat pada awal tahun Hijriah 1400 itu sebagai titik balik yang mendorong perubahan besar dalam kebijakan keagamaan dan sosial Kerajaan Arab Saudi.


(mfa) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Usul Kuota Subsidi BBM, LPG, dan Listrik Ditambah pada 2027
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Gaspol! Mahfud Nilai UU Polri Abaikan Komisi Reformasi, Sebut Ada yang Takut
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Jadwal Piala Dunia Rabu 17 Juni: Messi, Mbappe, dan Haaland Siap Beraksi
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Percepat Realisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kawasan Jakarta
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Fuad Hasan Absen Pemeriksaan Korupsi Haji, KPK Minta Bukti
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.