Usai Gempa M 6,7, Warga Palu Pilih Bertahan di Luar Rumah

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Langit Palu belum sepenuhnya panas ketika tanah tiba-tiba bergetar keras. Dalam hitungan detik, aktivitas warga berubah menjadi kepanikan massal yang tak terhindarkan.

Gempa magnitudo 6,7 membuat orang-orang berlarian meninggalkan rumah dan bangunan. Namun yang tersisa setelah guncangan reda bukan hanya debu, tetapi juga ketakutan. Tidak heran jika warga kini memilih bertahan di luar rumah.

Gempa tektonik bermagnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa pagi (16/6/2026). BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, meski getarannya terasa kuat di banyak wilayah.

BMKG mencatat gempa terjadi pukul 10.27.44 WIB dengan episentrum di koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Lokasinya berada sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.

Dengan kedalaman 10 kilometer, gempa tergolong dangkal sehingga guncangannya terasa jelas di permukaan. Warga di berbagai titik langsung keluar rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Di Palu, momen itu kembali membuka ingatan lama yang belum sepenuhnya pulih. Bagi sebagian warga, getaran ini bukan sekadar kejadian alam, tetapi pemicu trauma yang pernah mereka alami bertahun-tahun lalu.

Setelah gempa berhenti, situasi tidak langsung kembali normal. Banyak warga memilih bertahan di luar rumah, enggan kembali ke bangunan yang masih terasa “asing” setelah diguncang.

“Kami takut ada gempa susulan, jadi memilih bertahan di luar rumah dulu,” ujar Andi Sultan, salah satu warga Palu, dikutip dari mediaindonesia.

Di berbagai sudut kota, halaman rumah dan jalanan berubah menjadi ruang berkumpul darurat. Warga duduk berkelompok, sebagian saling menenangkan, sebagian lain hanya terdiam menunggu situasi benar-benar aman.

Ada pula yang memilih mengungsi lebih jauh ke area perbukitan. Mereka mencari tempat terbuka yang dianggap lebih aman jika guncangan kembali terjadi.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, BMKG menegaskan gempa ini tidak memicu potensi tsunami. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

BMKG juga mengingatkan warga untuk terus mengikuti informasi resmi melalui kanal pemerintah dan lembaga terkait. Langkah ini penting agar masyarakat tidak terjebak isu yang menyesatkan.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Pemerintah daerah bersama tim terkait masih melakukan pendataan di lapangan.

Namun bagi warga Palu, yang lebih lama bertahan bukan sekadar reruntuhan atau data, melainkan rasa waswas yang belum sepenuhnya hilang. Mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk kembali merasa aman di dalam rumah mereka sendiri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Total 38.000 Orang Terdampak Keracunan MBG, Komnas HAM Desak Evaluasi Menyeluruh
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Pengacara Bocah Korban Bully di Jakpus Minta Polisi Juga Usut Dugaan Pemalakan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Ribuan ATM Tutup, Gulung Tikar Gara-Gara Aturan Baru Pemerintah
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi di Palu Usai Gempa M6,7 
• 41 menit laluidxchannel.com
thumb
Aksi Heroik Jukir Wanita di Brebes Gagalkan Pencurian Uang Rp 3,6 Miliar
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.