JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkap laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di sejumlah daerah.
"Beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat," tulis Muhari, dalam keterangannya, Selasa siang.
Menurut dia, pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.
Baca juga: Gempa Palu M 6,7 Terasa hingga Gorontalo, Warga Kaget Rumah Seperti Diayun
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong juga telah melakukan koordinasi dan asesmen untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh.
Hingga saat ini, menurut dia, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.
BNPB pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG.
"Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang," ujar dia.
BNPB juga akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala.
Dikutip dari keterangan yang sama, gempa bumi dengan magnitudo 6,7 itu berlangsung sekitar pukul 10.27 WIB atau 11.27 WIT.
Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca juga: Di Depan Presiden Steinmeier, Prabowo Singgung BJ Habibie hingga Pengalaman Saat Latihan di Jerman
Episenter berada sekitar 42 kilometer tengara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tengara Kabupaten Donggala.
Guncangan akibat gempa dirasakan cukup kuat di beberapa daerah setempat.
Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik.
Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik.





