Bisnis.com, JAKARTA - Timnas Piala Dunia Iran diwajibkan meninggalkan Amerika Serikat setiap selesai pertandingan Piala Dunia dan datang kembali ke negara itu detik-detik jelang pertandingan.
Melancir CBC, Pelatih timnas Piala Dunia Iran Amir Ghalenoei mengatakan bahwa timnya diperintahkan untuk meninggalkan AS dan kembali ke markas latihannya di Meksiko hanya beberapa jam setelah membuka turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada Senin malam di Inglewood, California.
Dia tidak menyebutkan siapa yang memerintahkan, dia berharap Tim tersebut untuk bermalam di California untuk memaksimalkan proses pemulihan normal setelah pertandingan pembuka.
"Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk pulih. Setelah pertandingan hari ini, mereka mengatakan kepada kami, 'Kalian harus segera pergi.' Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu untuk pemulihan, [tetapi] kami diminta untuk naik pesawat dan kembali ke kamp kami di Tijuana, dan kami benar-benar terganggu oleh hal itu."
Piala Dunia Iran mengalami gejolak sejak AS dan Israel memulai perang melawan Iran pada 28 Februari. Iran akhirnya memutuskan untuk berkompetisi bahkan setelah FIFA menolak permintaannya untuk memindahkan tiga pertandingan babak penyisihan grupnya dari AS.
Sebelumnya diinformasikan timnas Iran seharusnya datang dua malam sebelum pertandingan, dan seharusnya menginap malam usai tanding untuk beristirahat dan kembali besok siangnya.
Baca Juga
- Piala Dunia 2026: Visa Timnas Iran Akhirnya Terbit, tapi Tak Boleh Tinggal di AS
- Piala Dunia 2026: Hari Asyura, Timnas Iran Minta Pakai Pita Hitam Lawan Mesir
- Profil Timnas Iran: Raja Asia dengan Berbagai Dinamika Ke Piala Dunia 2026
Kapten Mehdi Taremi dan Ghalenoei sama-sama menyesalkan kurangnya banyak anggota staf penting tim termasuk presiden federasi sepak bola Iran, staf pendukung pelatih, dan pejabat media yang visanya ditolak oleh AS, sehingga memperparah persiapan tim yang sulit.





