JAKARTA, DISWAY.ID – Gempa Palu M6.9 terjadi pada Selasa pukul 10.27 WIT yang membuat kepanikan warga dan waspadai tsunami.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan jika pusat gempa berada di keladalaman 10 km yang berjarak 42 Km Tenggara Palu.
Gempa Palu M6.9 ini berlangsung beberapa detik yang juga mengunjang beberapa wilayah Sulawesi Tengah.
BMKG juga menyampaikan bahwa gempa ini dipicu oleh sesar aktif di daratan Sulawesi Tengah dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
BACA JUGA:Gempa Bumi M 6,7 Guncang Palu, BMKG Ungkap Penyebab dan Kondisi Terkini
Adapun karakteristik sesar darat dangkal yang terjadi di Palu ini memang selalu memicu dampak guncangan yang jauh lebih destruktif di permukaan, meskipun skalanya berada di bawah magnitudo 7, sehingga pergerakan lempeng ini langsung dirasakan warga.
Selain membuat panik warga, gempa Palu M6.9 juga merusak beberapa fasilitas umum, salah satunya adalah Jembatan Palu III yang mengalami keredatan.
Akibat keretakan yang terjadi melintang tersebut membuat pemerintah setempat menutup akses demi keselamatan dan warga harus mencari jalan alternatif.
Selain itu juga terlihat dari foto-foto yang tersebar di media sosial beberapa bangunan juga mengalami kerusakan akibat guncanga hebat tersebut.
BACA JUGA:Kisah Sukses Mlatiwangi Semarang: Dari Pesanan Ketabat di Belanda hingga Menembus Pasar Internasional
Tidak hanya itu, warga yang tengah berobat di RS Undata juga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Hal yang sama juga terjadi di auditorium UNTAD, di mana warga harus menyelamatkan diri akibat jatuhnya beberapa penyangga plafon.
Dilaporkan juga banyaknya rumah di wilayah Kamarora Nokilalaki yang rubuh akibat besarnya guncangan gempa.
Warga Palu lainnya juga menjauhi daerah pantai akaren khawatir akan ancaman tsunami yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.
Hingga saat ini pihak berwenang masih belum mengeluarkan pernyataan resmi berapa besar kerugian dan warga yang terluka akibat gempa tersebut.
- 1
- 2
- »





