Gubernur Khofifah Bersama Ribuan Jemaah Ikuti Dzikir, Doa, Jadikan Tahun Baru 1448 Hijrah Penguat Tolong-Menolong Bangun Kesalehan Sosial

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri dzikir, sholawat, doa akhir tahun 1447 Hijriah, serta 1 Muharram awal tahun baru 1448 Hijriah di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Jalan Dukuh Kupang Surabaya, Senin (15/6) malam.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak beserta segenap Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, acara ini diisi oleh sekitar 5000 masyarakat umum.

Kegiatan menyambut Tahun Baru Hijriyah ini berjalan khidmat dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH. Abdul Hamid Abdullah. Adapula Tausiyah Tahun Baru Hijriyah disertai doa yang dibawakan oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara personal maupun sosial. Menurutnya, makna hijrah tidak sekadar perpindahan secara fisik, tetapi perubahan menuju kebaikan yang berkelanjutan.

Sebab, menurutnya, Peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum refleksi dan pembelajaran yang sangat penting dalam kehidupan.

"Saya ingin kita memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah, satu momentum yang secara scientific memberikan pembelajaran yang sangat kuat bagaimana sesungguhnya proses hijrah kaum Muhajirin dan bagaimana kaum Anshar menjadi penolong," katanya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, 1 Muharram merupakan momentum penting mengamalkan Surah Al-Maidah Ayat 2, yakni "Wa ta'awanu 'alal-birri wat-taqwa wa la ta'awanu 'alal-itsmi wal-'udwâni wattaqullah, innallaha syadidul-'iqab." Yang berarti, "Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya."

"Pada posisi seperti inilah bagaimana sesungguhnya tolong-menolong diantara kita menjadi bagian penting untuk membangun kesolehan sosial. Dan yang penting juga bagaimana pergantian tahun dari 1447 Hijriah menuju 1448 Hijriah bisa menjadi momen menghijrahkan kita," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menelusuri Jejak Bung Karno di Rumah Pengasingan Bengkulu, Nyalakan Nasionalisme Lewat Monte Carlo
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wapres Gibran Sambut Aspirasi Mahasiswa, Catat di Buku Kecilnya
• 22 jam laludetik.com
thumb
Guru dan Ortu Murid Penerima MBG Curhat di Sidang MK
• 11 jam laludetik.com
thumb
Fakta-Fakta Suami Bunuh Istri di Makassar, Motif Sakit Hati
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Dorong UMKM Naik Kelas, Askrindo-Pemkab Soppeng Teken Kerja Sama Suretyship dan Asuransi Umum
• 23 jam lalutribuntimur.com
Berhasil disimpan.