Rahasia Kulit Glowing dan Sehat di Usia 40-an, Hindari 5 Kesalahan Ini

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Memasuki usia 40-an, kondisi kulit mengalami berbagai perubahan alami. Produksi kolagen mulai menurun, proses regenerasi sel kulit berjalan lebih lambat, sementara elastisitas kulit berkurang sehingga garis halus dan kulit kusam mulai lebih mudah terlihat. Kondisi ini membuat rutinitas perawatan kulit di usia 20-an atau 30-an belum tentu lagi memberikan hasil yang optimal.

Namun, memiliki kulit sehat dan glowing di usia 40 tahun bukanlah hal yang mustahil. Kuncinya terletak pada pemilihan perawatan yang tepat sekaligus menghindari sejumlah kesalahan yang masih sering dilakukan banyak orang. 

Baca Juga :
Perluas Jangkauan Pasar Komunitas, TikTok Usung ForYouBeauty Gandeng Kreator Kecantikan
PDRN Viral di Dunia Kecantikan, Dokter Beberkan Fakta yang Perlu Diketahui

Berikut lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar kulit tetap tampak segar, sehat, dan bercahaya.

1. Terlalu Fokus pada Hasil Instan

Banyak orang menginginkan kulit cerah dan kencang dalam waktu singkat. Padahal, kesehatan kulit dibangun melalui proses yang berkelanjutan, bukan perubahan instan.

Saat ini, tren perawatan estetika modern pun mulai bergeser ke arah regenerative aesthetic atau perawatan yang mendukung kemampuan alami kulit untuk beregenerasi. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan hasil yang lebih natural sekaligus menjaga kualitas kulit dalam jangka panjang.

Di era perkembangan estetika modern ini, teknologi regeneratif berfokus membantu proses pembaruan kulit sehingga kulit tetap sehat seiring bertambahnya usia.

2. Mengabaikan Regenerasi Kulit

Seiring bertambahnya usia, siklus regenerasi kulit menjadi lebih lambat. Akibatnya, sel kulit mati lebih mudah menumpuk sehingga wajah terlihat kusam, kasar, dan kurang bercahaya.

Karena itu, perawatan yang mendukung skin renewal menjadi semakin penting setelah memasuki usia 40-an. Misalnya, dengan platinum PLA peel yang merupakan premium peeling treatment yang membantu skin renewal, skin brightening, dan skin conditioning. Tak hanya bertujuan membuat kulit tampak lebih cerah, proses regenerasi juga membantu memperbaiki tekstur kulit dan menjaga tampilannya tetap sehat.

3. Menganggap Semua Perawatan Cocok untuk Semua Orang

Kesalahan berikutnya adalah mengikuti tren perawatan yang sedang viral tanpa mempertimbangkan kondisi kulit masing-masing.

Faktanya, kebutuhan kulit setiap orang berbeda. Ada yang membutuhkan perawatan untuk meningkatkan elastisitas kulit, mengatasi kekusaman, memperbaiki tekstur, atau membantu regenerasi jaringan kulit.

Baca Juga :
Dokter Kulit Ungkap Pentingnya Skincare untuk Pria, Cukup Pakai 3 Produk Dasar Ini!
BRI Dukung Penyelenggaraan BWB Expo 2026 di Bali, Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia
Rahasia Cantik dan Awet Muda Sherly Tjoanda di Usia 40-an, Ternyata Sederhana!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hukum kemarin, KPK periksa pejabat ESDM hingga suami bunuh istri
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Rosan Roeslani Menyatakan Pertemuan dengan 122 Investor Global Berhasil Memulihkan Kepercayaan terhadap Ekonomi Indonesia
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Temui 15 Mahasiswa Pendemo di Istana Wapres, Gibran Catat Aspirasi dan Janji Sampaikan ke Prabowo
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Wakil Ketua Komisi X DPR Mendesak Evaluasi Pengelolaan Dana BOS usai Ratusan Kepala Sekolah Mengundurkan Diri
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Wamentan Sudaryono bantah kabur saat dialog di UGM tak kondusif
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.