Kabar Gembira untuk Wali Murid di Jabar, Dedi Mulyadi Sebut Banyak Sekolah Negeri Sepi Peminat pada SPMB 2026

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau para wali murid dan calon peserta didik baru untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.

Orang nomor satu di Jabar tersebut memastikan bahwa loket pendaftaran resmi telah dibuka mulai tanggal 15 Juni hingga 14 Juli 2026 mendatang.

Pada tahun ini, pemerintah provinsi menerapkan mekanisme pendaftaran yang jauh lebih praktis dan sederhana dibandingkan periode sebelumnya.

Orang Tua Murid Mengamuk karena Anak Gagal Masuk Sekolah Negeri, Dedi Mulyadi Ini Bukan Kesalahan Mereka!
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

Dedi menjelaskan, para orang tua kini tidak perlu lagi meraba-raba atau repot menginput data dari titik nol.

Pasalnya, basis data siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK secara otomatis telah terintegrasi dan terdaftar di dalam sistem internal panitia.

“Ayo seluruh orang tua siswa, pagi hari ini tidak usah lagi repot untuk daftar karena hari ini SPMB dibuka tanggal 15 Juni sampai 14 Juli 2026. Siswa-siswa kita yang masuk SMA dan SMK sudah terdaftar di SPMB,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan resminya.

Mantan Bupati Purwakarta itu menambahkan, tugas utama para calon peserta didik saat ini hanyalah melakukan kroscek untuk memastikan seluruh berkas dokumen persyaratan telah lengkap.

Langkah selanjutnya, pemohon tinggal mengikuti petunjuk teknis yang sudah tersaji secara gamblang di dalam aplikasi SPMB Jabar.

“Persyaratannya sudah lengkap. Di SPMB ini nanti tinggal klik saja sesuai dengan petunjuk teknis yang ada di aplikasi,” imbuhnya taktis.

Menyikapi riak keresahan dan kekhawatiran sebagian orang tua yang takut anaknya terlempar dari persaingan masuk sekolah negeri, Dedi memberikan jawaban berbasis data.

Berdasarkan peta pemantauan terkini milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sejatinya masih ada deretan sekolah negeri yang kuota tampung siswanya belum terpenuhi.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat luas untuk mengubah pola pikir dan tidak sekadar bertumpu atau memaksakan diri pada sekolah-sekolah tertentu yang telah mengalami penumpukan pendaftar.

“Berdasarkan pemetaan data yang kita miliki, ternyata masih banyak sekolah-sekolah negeri yang belum cukup peminatnya. Manfaatkan ruang ini dengan baik, jangan kekeh di sekolah yang sudah numpuk pesertanya,” tutur Dedi mengingatkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Patroli Dialogis KRYD di Barrang Lompo, Polisi dan Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Harga Minyak Dunia Kembali Naik Meski AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Damai
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bahlil Ungkap Arahan Prabowo: Pemerintah Sepakat Tidak Naikkan BBM dan Elpiji Bersubsidi
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Gagal Raih Medali di OWS 2026, PB Akuatik Justru Temukan Harapan Baru untuk Masa Depan Indonesia
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba yang Dikendalikan Napi, Selundupkan Sabu dan Ekstasi di Speaker
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.