KPK Jadwalkan Periksa Saksi Kasus Fadia Aarafiq Bupati Pekalongan Nonaktif

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Fadia Arafiq Bupati Pekalongan nonaktif.

Sukirman Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan memastikan, tidak ada upaya darinya untuk mengarahkan maupun mengondisikan pihak-pihak yang akan dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

“Pemeriksaan KPK dari hari Rabu(17/6/2026) hingga Jumat (19/6/20267), silakan datang. Tidak ada pengorganisasian ataupun pengondisian, sama sekali tidak ada,” katanya saat dilansir dari Antara, pada Selasa (16/6/2026).

Ia meminta seluruh pihak yang dipanggil untuk bersikap terbuka dan memberikan keterangan sesuai fakta yang diketahui.

“Yang paling penting adalah setransparan mungkin. Silakan, sesuai yang dibutuhkan oleh KPK dijawab dan diberikan keterangannya sebaik mungkin,” ucapnya.

KPK saat ini tengah menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada periode 2021-2026.

Selain itu, KPK juga mendalami dugaan penerimaan gratifikasi maupun penerimaan lainnya yang diduga dilakukan oleh tersangka Fadia Arafiq.

Untuk mendukung proses penyidikan, KPK meminta bantuan Polres Pekalongan Kota untuk meminjamkan ruang pemeriksaan selama tiga hari.

Lokasi tersebut akan digunakan penyidik untuk memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.

Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, Fadia Arafiq ditangkap bersama ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang, Jawa Tengah. Selain itu, KPK juga menangkap 11 orang lainnya di Pekalongan, Jawa Tengah. Rangkaian penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) ketujuh KPK di tahun 2026.

Kemudian, 4 Maret 2026, KPK menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa tenaga alih daya dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan Tahun Anggaran 2023-2026.

KPK menduga Fadia Arafiq terlibat konflik kepentingan karena membuat perusahaan milik keluarganya, yakni PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), memenangi sejumlah pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Fadia Arafiq dan keluarga disebut menerima Rp19 miliar dari kontrak pengadaan tersebut. Dengan rincian Rp13,7 miliar murni dinikmati penyanyi lagu Cik Cik Bum Bum itu dan keluarganya, Rp2,3 miliar dibagikan kepada Direktur PT RNB sekaligus ART bernama Rul Bayatun dan Rp3 miliar hasil penarikan tunai yang belum dibagikan.(ant/ris/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China dukung kesepakatan damai AS-Iran
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Wali Kota Makassar Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan dan Perkuat Persatuan Sambut Tahun Baru Islam
• 48 menit laluharianfajar
thumb
Lee Jae Wook dan Shin Ye Eun Berbagi Cerita Tentang Drakor Doctor on the Edge
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Piala Dunia 2026: Gestur 3 Jari Bikin Eks Wasit Liga 1 Diinvestigasi FIFA
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Seskab Teddy Dinilai Responsif Jelaskan Kenaikan Harga Pertamax
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.