JAKARTA, KOMPAS.TV- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,212 triliun untuk pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) pada 2027.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pengembangan jargas menjadi salah satu program prioritas yang mendapat alokasi anggaran besar dalam usulan pagu Kementerian ESDM sebesar Rp27,33 triliun.
"Dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap LPG, pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi melalui jaringan gas rumah tangga. Untuk program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp5,212 triliun," kata Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Senin (16/5/2026).
Program jargas menjadi salah satu fokus pemerintah bersama pembangunan infrastruktur gas dan elektrifikasi. Bahlil menyampaikan, mayoritas anggaran ESDM diarahkan untuk program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Bahlil Usulkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Target Kurangi Impor LPG
"Lebih dari 80 persen anggaran kami alokasikan untuk program yang langsung dirasakan masyarakat," ujarnya dikutip dari Breaking News KompasTV.
Selain jargas, Kementerian ESDM juga mengalokasikan anggaran Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik. Program ini memiliki tujuan serupa, yakni mengurangi konsumsi LPG sekaligus mendorong diversifikasi energi di sektor rumah tangga.
Bahlil menuturkan, pemerintah juga terus membangun infrastruktur gas bumi agar pasokan energi domestik dapat dimanfaatkan lebih optimal. Salah satunya melalui pembangunan pipa gas Dumai–Sei Mangkei yang mendapat alokasi anggaran Rp3,948 triliun.
Ia menyebut proyek itu bertujuan menyalurkan gas yang surplus di sejumlah wilayah agar dapat dimanfaatkan di daerah lain yang membutuhkan.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Arahan Prabowo: Pemerintah Sepakat Tidak Naikkan BBM dan Elpiji Bersubsidi
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- jaringan gas rumah tangga
- anggaran jargas 2027
- impor lpg
- bahlil lahadalia
- harga lpg





