Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Samuel Gideon Balinsa tak lagi menjadi bagian dari skuad Arema FC untuk musim 2026/2027 setelah klub ini memutuskan tak melanjutkan kontrak pemain berusia 27 tahun itu.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Samuel Gideon Balinsa atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan kepada Arema FC," kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi dalam keterangan tertulis di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.
Arema menyatakan sang pemain tidak lagi masuk proyeksi tim untuk menghadapi kompetisi musim depan.
Yusrinal mengatakan sejak didatangkan pada musim 2023/2024 dari Persewar, Balinsa telah menjadi bagian penting untuk lini tengah Arema.
Balinsa kerap dimasukkan sebagai pemain yang bertugas menjaga keseimbangan antara lini serang dan pertahanan Singo Edan.
Peran vitalnya berdampak terhadap keberhasilan Arema menjuarai Piala Presiden untuk keempat kalinya pada 2024.
Baca juga: Persik Kediri umumkan lepas Syahrian Abimanyu
Pemain kelahiran 1999 itu tampil dalam 64 pertandingan selama tiga tahun membela Arema.
Arema menilai bahwa performa Samuel Balinsa selalu menjadi bagian dari sejarah Arema.
Yusrinal berharap perjalanan baru yang akan dijalani sang pemain dapat membawanya ke kesuksesan yang lebih besar.
"Semoga seluruh pengalaman yang diperoleh selama membela Arema FC menjadi bekal berharga untuk terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi," ujar dia.
Arema juga melepas dua legiun asing asal Brasil, yakni Pablo Oliveira dan Luiz Gustavo.
Mereka menyusul hengkangnya sejumlah pilar penting Arema, di antaranya Lucas Frigeri, Dalberto Luan, Dedik Setiawan, Anwar Rifai, Iksan Lestaluhu, Valdeci Moreira, dan Rifad Marasbessy.
Baca juga: Borneo FC pertahankan Nadeo Argawinata dan Rivaldo Pakpahan
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Samuel Gideon Balinsa atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan kepada Arema FC," kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi dalam keterangan tertulis di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.
Arema menyatakan sang pemain tidak lagi masuk proyeksi tim untuk menghadapi kompetisi musim depan.
Yusrinal mengatakan sejak didatangkan pada musim 2023/2024 dari Persewar, Balinsa telah menjadi bagian penting untuk lini tengah Arema.
Balinsa kerap dimasukkan sebagai pemain yang bertugas menjaga keseimbangan antara lini serang dan pertahanan Singo Edan.
Peran vitalnya berdampak terhadap keberhasilan Arema menjuarai Piala Presiden untuk keempat kalinya pada 2024.
Baca juga: Persik Kediri umumkan lepas Syahrian Abimanyu
Pemain kelahiran 1999 itu tampil dalam 64 pertandingan selama tiga tahun membela Arema.
Arema menilai bahwa performa Samuel Balinsa selalu menjadi bagian dari sejarah Arema.
Yusrinal berharap perjalanan baru yang akan dijalani sang pemain dapat membawanya ke kesuksesan yang lebih besar.
"Semoga seluruh pengalaman yang diperoleh selama membela Arema FC menjadi bekal berharga untuk terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi," ujar dia.
Arema juga melepas dua legiun asing asal Brasil, yakni Pablo Oliveira dan Luiz Gustavo.
Mereka menyusul hengkangnya sejumlah pilar penting Arema, di antaranya Lucas Frigeri, Dalberto Luan, Dedik Setiawan, Anwar Rifai, Iksan Lestaluhu, Valdeci Moreira, dan Rifad Marasbessy.
Baca juga: Borneo FC pertahankan Nadeo Argawinata dan Rivaldo Pakpahan





