Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memastikan telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023 Seri A yang akan jatuh tempo pada 4 Juli 2026.
Dalam laporan tersebut, Bank Mandiri menyebut obligasi yang akan dilunasi memiliki nilai pokok sebesar Rp1,95 triliun. Perseroan telah mengalokasikan dana yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok obligasi tersebut saat jatuh tempo.
Langkah ini mencerminkan kesiapan Bank Mandiri dalam memenuhi kewajiban kepada investor sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap pengelolaan keuangan perusahaan.
Adapun, ketersediaan dana pelunasan juga menunjukkan komitmen perseroan dalam menjalankan tata kelola keuangan yang prudent dan memenuhi seluruh kewajiban sesuai jadwal.
Dalam keterbukaan informasi itu, perseroan tidak menyebutkan adanya dampak khusus terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha akibat pembayaran obligasi tersebut.
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan atau green bond merupakan instrumen pendanaan yang ditujukan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
Baca Juga
- Bank Mandiri Perbarui Kopra Mobile untuk Transaksi Bisnis Terintegrasi
- BI Rate Naik, Bank Mandiri Bakal Sesuaikan Bunga Kredit & Tabungan
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bank Mandiri Perkuat Keberlanjutan
Dalam perkembangan lain, Bank Mandiri menyatakan akan mempertimbangkan penyesuaian suku bunga simpanan maupun kredit secara hati-hati setelah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.
Kebijakan tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasar, dinamika likuiditas, serta pengelolaan risiko yang prudent.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 yang menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen merupakan langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal global.
“Terlepas dari arah pergerakan suku bunga, perbankan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi melalui fungsi intermediasi dan layanan transaksi yang andal,” ujar Novita dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, Bank Mandiri akan terus memperkuat strategi ekosistem value chain serta meningkatkan kapabilitas digital guna mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha secara berkelanjutan.
Sementara itu, terkait kebijakan pricing, perseroan memastikan setiap penyesuaian bunga simpanan maupun kredit akan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor pasar.





