Bicara AI, Gibran: Teknologi Tanpa Etika Itu Berbahaya

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menyoroti perlunya etika dalam penggunaan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI).

Gibran menekankan bahwa penguasaan teknologi AI harus diimbangi dengan etika agar tak disalahgunakan.

"Teknologi tanpa etika itu berbahaya. AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain," kata Gibran, di YouTube @GibranTV, Selasa (16/6/2026).

Dia juga mengingatkan, pemanfaatan AI harus didasari oleh nilai-nilai integritas.

Baca juga: 5x24 Jam untuk Wapres Gibran Penuhi Tuntutan Mahasiswa

"Jangan gunakan AI untuk menipu, jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain," ujar Gibran.

Selain itu, ia mendorong agar AI digunakan untuk kesejahteraan bersama, mempermudah hidup.

Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini berpesan, AI jangan digunakan untuk menciptakan kekacauan sosial.

"Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang beradab," tutur dia.

Dalam berbagai kesempatan, ia juga sering menyampaikan bahwa AI bukan lagi masa depan, tetapi AI adalah masa kini.

Gibran berpandangan anak generasi muda harus bisa menguasai teknologi AI, jangan hanya menjadi pemain dan penonton saja.

Di sisi lain, ia meminta jangan sampai AI membuat masyarakat kehilangan daya kritis.

Baca juga: Keluar dari Istana Wapres, 15 Mahasiswa Beri Gibran Tenggat 5x24 Jam Penuhi Tuntutan

Dia berharap, AI digunakan untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kalian sendiri.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Oleh sebab itu, ia berpesan kepada anak muda agar memahami bahwa AI adalah alat untuk mempercepat, bukan alat untuk membuat kalian malas.

"Bayangkan AI sebagai asisten pribadi yang membantu kalian belajar, mencari data, mempelajari bahasa asing lebih cepat, bahkan memahami rumus matematika yang rumit dengan cara yang lebih sederhana," imbuh dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak Suka Main Game? Begini Tips Mengasah Hobi Jadi Skill yang Bermanfaat
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Munas Konbes NU 2026 Siapkan Materi Strategis, PBNU Agendakan Undang Prabowo ke Bangkalan
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
Harga Pangan Nasional Selasa 16 Juni Naik Tajam, Cabai Rawit Merah Tembus Rp123.750 per Kg
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Al-Dawsari Sebut Hasil Imbang Lawan Uruguay Jadi Modal Berharga Arab Saudi
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rutan Salemba Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Narkoba Lewat Obat Batuk dan Kunciran Rambut
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.