JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum mau membocorkan kapan agenda Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) keliling Indonesia dimulai.
"Tunggu aja ya," kata Wakil Ketua Umum PSI Isyana Bagoes Oka ditemui di DPP PSI, Jakarta, Selasa (16/5/2026).
Baca juga: Saat Jokowi Bersiap Turun Gunung: PDI-P Mengawasi, PSI Makin Percaya Diri
Isyana juga menepis ungkapan 'safari politik' sebagaimana yang selama ini diberitakan.
Ia mengatakan, kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah hanya untuk memenuhi undangan masyarakat.
"Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan Pak Jokowi itu memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di Partai Solidaritas Indonesia," ucapnya.
Isyana juga enggan berkomentar lebih lanjut terkait isu Jokowi yang bakal segera berjaket PSI dan menduduki posisi ketua dewan pembina.
"Kita tunggu saja siapnya," ujarnya.
Baca juga: Soal Jokowi Masuk PSI, PDI-P: Kami Pantau Gerakan Bajak Kader dengan Tawaran Materi
Sebelumnya diberitakan, Jokowi berencana akan mengunjungi 38 provinsi di Indonesia.
Rencana safari politik tersebut akan dimulai dari Lampung pada akhir Juni 2026.
"Jadi gini, bahwa 38 provinsi ini akan dikunjungi oleh beliau yang berdasarkan undangan maupun ada program safari beliau sebagai mantan presiden ya, Presiden ke-7, menyambangi masyarakat ya kan. Gitu, jadi nanti 38 provinsi itu didatangi gitulah," kata Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026).
Selain Lampung, Jokowi juga akan mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bestari Barus menuturkan, Jokowi bakal menjabat sebagai Dewan Pembina PSI.
Baca juga: PSI Dinilai Butuh Efek Jokowi untuk Survive di Perpolitikan Nasional
Ia menyebut mantan gubernur DKI Jakarta itu akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa Jokowi sudah mantap bersama PSI.
"Pak Jokowi sudah bersama PSI, namun tentu masyarakat harus lebih mengetahui dengan Pak Jokowi nanti ya kita harapkan itu menyampaikan kepada masyarakat, 'saya sekarang di PSI', begitu," ujarnya.
Kepastian tersebut hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk seremoni pemberian jaket berlambang partainya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




