Wartawan senior Hersubeno Arief menilai PDI Perjuangan (PDIP) secara tidak langsung tengah merajut aliansi baru dengan kelompok yang selama ini gencar mempersoalkan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut terlihat dari langkah PDIP yang menyerahkan salinan dokumen pencalonan Jokowi termasuk ijazah SMA dan sarjana kepada YouTuber Mikhael Sinaga. Mikhael dikenal aktif membahas dan mengkritisi polemik ijazah Joko Widodo bersama Roy Suryo dan Dr. Tifa.
"Secara tidak langsung mereka membangun aliansi baru dengan mereka yang selama ini sangat gigih dan gencar mempersoalkan ijazah Jokowi," ucap Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Selasa (16/6).
PDIP sendiri mengonfirmasi telah memberikan salinan berkas pencalonan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kepada YouTuber Mikhael Sinaga pada Senin (8/6/2026).
Penyerahan dokumen dilakukan setelah Mikhael Sinaga mengajukan permohonan resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).
"Iya benar. Dia kirim surat ke DPP atas dasar UU Keterbukaan Informasi Publik. Kami membuka berkas pencalonan Jokowi tahun 2014," kata politikus PDIP Guntur Romli.
Menurut Guntur, dokumen yang diberikan berupa arsip pendaftaran Pilpres 2014, meliputi salinan ijazah SMA dan S1 Jokowi.
Baca Juga: Ancaman Terbesar PDIP: Jokowi Bawa Pulang Pemilih ke PSI
"Kami buka semua berkas, ijazah SMA, S1, dan berkas-berkas lain yang bisa dibuka berdasarkan perintah UU Keterbukaan Informasi Publik," ujarnya.
Guntur menambahkan, Mikhael meminta dokumen tersebut untuk kepentingan penelitian terkait polemik ijazah yang terus bergulir.
"Untuk bahan penelitian," kata Guntur.





