JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan mengeksekusi lahan Kompleks Hotel Sultan yang berada di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).
Eksekusi tersebut juga akan menyasar dua tower apartemen Sultan Residence yang masih berada dalam satu kawasan dengan Hotel Sultan.
Menjelang pelaksanaan eksekusi, para karyawan di Sultan Residence diliputi kekhawatiran, terutama terkait potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca juga: Dua Hari Jelang Eksekusi, Hotel Sultan Masih Terima Tamu, Aparat Belum Terlihat
Salah satu karyawan, Ahmad (bukan nama sebenarnya), mengaku cemas akan nasib dirinya dan rekan-rekannya. Ia ditemui Kompas.com pada Selasa (16/6/2026) sore.
"Kami berharap sih yang terbaiklah buat kami para karyawan. Kalau seperti ini, pemerintah juga enggak mementingkan lapangan kerja. Kecewa sih sebenarnya," ujar Ahmad.
"Ini kan yang dikorbankan kita karyawan semua, orang-orang yang cari makan di sini," lanjutnya.
Menurut Ahmad, banyak karyawan di Kompleks Hotel Sultan yang baru bekerja beberapa tahun terakhir. Dari percakapannya dengan rekan-rekan kerja, sebagian besar datang ke Jakarta dengan harapan memperbaiki nasib.
Namun kini, masa depan mereka menjadi tidak pasti seiring kepastian eksekusi pada 18 Juni 2026. Pasalnya, belum ada jaminan bahwa para karyawan akan tetap dipekerjakan setelah kompleks tersebut dikosongkan.
Baca juga: H-2 Eksekusi Pengosongan, Hotel Sultan Tetap Beroperasi dan Terima Tamu
Ahmad juga mengaku khawatir akan mengalami nasib serupa dengan karyawan di Jakarta Convention Center (JCC), yang sebelumnya telah diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah.
Pada awal pengambilalihan, para karyawan lama masih dipertahankan untuk sementara waktu. Namun, setelah adanya perekrutan karyawan baru, kontrak pekerja lama tidak lagi diperpanjang.
"Katakanlah oke kami terima eksekusi tanggal 18. Tapi dengan adanya pengalaman yang kami lihat di JCC, jujur kami kecewa dengan pemerintah," kata Ahmad.
"Apa tidak bisa dinegosiasikan lagi? Ini kan yang punya usaha orang pribumi juga," tambahnya.
Masih Bekerja Seperti BiasaKekhawatiran serupa juga dirasakan oleh karyawan lainnya, Putra (bukan nama sebenarnya).
Meski demikian, ia tetap menjalankan aktivitas kerja seperti biasa sesuai arahan manajemen.
"Kata manajemen, kami diminta tetap kerja seperti biasa dan tenang saja. Jadi kami hari-hari ini ya kerja seperti biasa," ungkap Putra saat ditemui secara terpisah.





