Sejumlah daerah mengadakan tradisi turun-temurun sebagai ungkapan syukur dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam. Di Magelang, Jawa Tengah (Jateng) misalnya. masyarakat tumpengan dan makan bersama.
Kegiatan tumpengan itu dapat dilihat di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, dalam rangkaian Jauharul Muharrom. Kegiatan rutin yang telah berjalan lebih dari 20 tahun ini diisi dengan doa bersama, serta tradisi kenduri tumpeng.
Kenduri tumpeng merupakan simbol refleksi spiritual dan harapan, agar bangsa Indonesia mampu melewati berbagai ujian ekonomi dan juga sosial di tahun yang baru. Tujuan digelarnya tradisi ini untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya merayakan tahun baru Islam dengan cara yang bermakna.
Sementara itu di Kabupaten Semarang punya cara lain. Warga Kelurahan Sido Mulyo, Kecamatan Ungaran Timur, menggelar tradisi kupatan yang sudah turun-temurun menjadi wujud rasa syukur. Sekaligus sarana memanjatkan doa untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh warga.
Baca Juga :
Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, tradisi kupatan kali ini tidak diisi dengan prosesi saling melempar ketupat antarwarga. Warga memilih menjadikan ketupat sebagai hidangan bersama agar lebih bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia.
Setiap kepala keluarga membawa ketupat sesuai dengan jumlah anggota keluarganya lengkap dengan berbagai lauk pendamping. Usai doa bersama, seluruh hidangan dinikmati secara gotong royong sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur.




