EtIndonesia.com Pada pertandingan pertama Grup H Piala Dunia 2026, terjadi salah satu kejutan terbesar di turnamen akbar ini. Tim favorit juara, Spanyol, melepaskan total 27 tembakan sepanjang pertandingan, namun gagal membobol gawang Tanjung Verde yang merupakan negara kecil di Afrika Barat. Laga berakhir imbang tanpa gol dengan skor 0-0.
Kiper Tanjung Verde berusia 40 tahun, Vozinha, tampil luar biasa dan terpilih sebagai Pemain Terbaik (MVP) pertandingan berkat penampilan gemilangnya.
Perbedaan Kekuatan yang Sangat MencolokSpanyol dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menjuarai Piala Dunia tahun ini dengan total nilai pasar skuad melebihi 1,2 miliar euro. Sebaliknya, nilai pasar gabungan 26 pemain Tanjung Verde hanya sekitar 50 juta euro, kurang dari 1/20 milik Spanyol.
Peringkat dunia kedua tim juga terpaut jauh. Spanyol berada di peringkat kedua FIFA, sedangkan Tanjung Verde menempati peringkat ke-67.
Babak pertama: Vozinha Menggagalkan Semua Peluang SpanyolSejak awal pertandingan di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Spanyol terus menekan pertahanan lawan.
Pada menit ke-39, Ferran Torres menyia-nyiakan peluang emas ketika tembakannya dari jarak dekat membentur mistar gawang. Tak lama kemudian, sundulan susulan Mikel Oyarzabal berhasil ditepis secara gemilang oleh Vozinha.
Pada masa tambahan waktu babak pertama, Ferran kembali mendapat peluang di titik penalti setelah menerima umpan silang rekan setimnya, namun tembakannya kembali diamankan oleh Vozinha. Kiper Tanjung Verde itu juga berhasil menggagalkan sundulan Aymeric Laporte, sehingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Babak Kedua: Spanyol Terus Menyerang, Tetapi Gagal Mencetak GolMemasuki babak kedua, Spanyol semakin gencar menyerang. Fabián Ruiz, Oyarzabal, dan Marc Cucurella memperoleh beberapa kesempatan emas, tetapi semuanya gagal dikonversi menjadi gol.
Karena tak kunjung memecah kebuntuan, pelatih Spanyol Luis de la Fuente melakukan pergantian pemain. Pada menit ke-71, bintang muda Lamine Yamal, yang sebelumnya mengalami cedera, masuk sebagai pemain pengganti dan menjalani debutnya di Piala Dunia.
Dua menit kemudian, Yamal memulai sebuah serangan yang diakhiri tembakan Marcos Llorente, namun bola kembali berhasil diamankan oleh Vozinha.
Pertahanan Tanjung Verde Bertahan Hingga AkhirMenjelang akhir pertandingan, pemain pengganti Dani Olmo memberikan umpan matang kepada Oyarzabal, tetapi tembakannya dari dalam kotak penalti berhasil diblok oleh bek Tanjung Verde yang mengorbankan tubuhnya demi menyelamatkan gawang.
Spanyol akhirnya harus puas dengan hasil imbang tanpa gol.
Pertandingan ini juga menjadi laga pertama di Piala Dunia 2026 yang berakhir tanpa satu pun gol tercipta. Meskipun melepaskan 27 tembakan, menyamai rekor jumlah tembakan terbanyak Spanyol dalam satu pertandingan Piala Dunia, “La Roja” tetap gagal mencetak gol karena penampilan luar biasa sang penjaga gawang lawan.
Vozinha Menjadi Pahlawan dan Sensasi Media SosialDengan 7 penyelamatan penting, Vozinha terpilih sebagai MVP pertandingan tanpa banyak perdebatan.
Popularitasnya di media sosial melonjak drastis. Menurut statistik, sebelum pertandingan ia hanya memiliki sekitar 50.000 pengikut. Dalam beberapa jam setelah laga usai, jumlah pengikutnya meningkat menjadi lebih dari 2 juta, bertambah lebih dari dua juta dalam satu pertandingan dan menjadikannya fenomena pertama Piala Dunia 2026.
Usai pertandingan, Vozinha mengungkapkan emosinya: “Seumur hidup saya memimpikan momen seperti ini. Saya telah menghabiskan seluruh karier untuk bisa tampil di Piala Dunia. Hari ini saya dapat membantu tim menahan imbang salah satu tim terbaik di dunia, Spanyol, dan menciptakan sejarah bagi negara kami. Saya merasa sangat bahagia.”
Menciptakan SejarahBagi Tanjung Verde, hasil imbang ini bukan hanya menghasilkan poin pertama sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia, tetapi tim juga hanya melakukan satu pelanggaran sepanjang pertandingan, yang disebut sebagai rekor jumlah pelanggaran paling sedikit dalam satu laga Piala Dunia sejak statistik tersebut dicatat.
Dengan pertahanan yang disiplin dan semangat juang yang tinggi, Tanjung Verde mempersembahkan sebuah pertandingan yang berpotensi dikenang sebagai salah satu kisah paling bersejarah dalam turnamen. Sementara itu, kehilangan dua poin membuat langkah Spanyol menuju babak berikutnya menjadi lebih rumit dan penuh tantangan.
Dilaporkan oleh Ye Chengyun /Xu Gengwen – NTDTV.com





