jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyayangkan penghentian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Budiman mengaku seharusnya bisa berdialog dengan sehat dan lancar selama acara.
BACA JUGA: Budiman Sudjatmiko Sebut Turunkan Kemiskinan di Desa Lebih Muda Ketimbang di Kota
“Saya mau, kok, berdiskusi dengan mahasiswa, tetapi, tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif,” ucap Budiman dalam keterangannya.
Mulanya, diskusi yang digelar di UGM merupakan acara Kopdar Bareng Mas Dar bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryoni, Budiman Sudjatmiko, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
BACA JUGA: Dulu Berseteru, Prabowo Kini Lantik Budiman Sudjatmiko jadi Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan
Sudaryono selaku wamentan menjelaskan tentang alasan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan skema ekspor melalui satu pintu.
Menurut dia, selama ini mulai akhir 1990-an hingga 2025, Indonesia sudah mengalami kebocoran hingga Rp 15.000 triliun.
BACA JUGA: Budiman Sudjatmiko Tanggapi Perubahan Sikap Cak Imin soal IKN
Kebocoran itu timbul karena adanya penipuan angka ekspor di dalam negeri dan di luar negeri.
“Kalau kita jual nikel atau sawit ke luar negeri, banyak kasus yang laporannya di dalam negeri dan laporannya di luar negeri berbeda,” tutur Sudaryono.
“Jadi, di Indonesia mereka bisa berbohong, di luar negeri mereka tidak. Itulah alasan Pak Prabowo ingin semuanya menjadi satu pintu,” kata dia.
Selanjutnya, Nusron Wahid yang menjadi penanggap berikutnya juga mengatakan bahwa pemerintahan Prabowo mempunyai banyak program bagus yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai pembantu presiden, dia masih yakin Indonesia akan membaik dari tekanan kondisi global.
Acara itu berlangsung tertib pada awalnya. Banyak mahasiswa yang duduk mendekati panggung mengikuti acara diskusi dengan aman.
Lalu, ketika Budiman Sudjatmiko mulai berbicara, beberapa massa dari luar mulai masuk ke dalam gedung dan duduk di daerah tribune.
Budiman Sudjatmiko menjelaskan dan menjamin bahwa pemerintah Prabowo tidak akan pernah membungkam siapapun untuk memberikan pendapatnya dengan cara-cara yang tidak terpuji.
Hal tersebut terkait dengan tekanan kepada Tiyo sebagai Ketua BEM UGM yang viral karena mengunggah kondisi mobilnya yang dipasangi alat detektor oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ketika selesai mengatakan hal itu, sekelompok orang yang berada di tribune belakang merangsek naik ke atas panggung.
Lantaran jumlah massa yang naik ke atas panggung sudah terlalu banyak, maka peristiwa caci maki dan dorong-dorongan makin tidak terkendali.
Massa yang datang terakhir ke dalam gedung itu merangsek naik dan mendorong pihak keamanan yang mengawal Budiman Sudjatmiko.
Akhirnya pihak keamanan memutuskan untuk melarikan Kepala BP Taskin tersebut melalui pintu samping untuk menjaga keselamatanya.
“Petugas keamanan menghawatirkan kondisi yang semakin tidak kondusif apabila saat itu kita semua masih berada di dalam gedung. Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung,” kata Budiman.
Dalam kejadian itu, mahasiswa sempat menahan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wamentan Sudaryono untuk menanyakan kondisi Indonesia saat ini.
Ketika kondisi makin tidak kondusif, Nusron dan Sudaryono pun akhirnya dievakuasi oleh pihak keamanan UGM. (dit/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Fakta-Fakta Mencekam Bentrok TNI dengan Brimob
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




