Bisnis.com, MAKKAH — Proses panjang penggantian kiswah atau kain penutup Ka'bah akhirnya selesai, yang diiringi gema takbir oleh jutaan jemaah haji dan umrah. Kini, para jemaah menanti terbukanya pilar pembatas untuk bisa menyentuh kain baru itu dan memanjatkan do'a terbaik di sana.
Pilar-pilar pembatas di sekeliling Ka'bah sudah berdiri kokoh sejak Senin (15/6/2026) waktu Arab Saudi. Untuk sementara waktu, para jemaah haji dan umrah tidak bisa menyentuh dinding Ka'bah karena terdapat persiapan prosesi penggantian kiswah.
Kiswah adalah kain hitam penutup Ka'bah yang dibuat dengan biaya lebih dari Rp120 miliar. Kiswah terbuat dari sekitar 825 kilogram sutra alami, 120 kilogram benang emas, 60 kilogram benang perak, dan 410 kilogram napas mentah, yang diproduksi di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa, Makkah.
Kain kiswah berhiaskan ayat-ayat Al-Qur'an yang disulam dengan benang berlapis emas. Pengerjaannya membutuhkan waktu berbulan-bulan dan melibatkan tangan-tangan terampil, pemasangannya pun dilakukan oleh petugas khusus yang terlatih.
Sejumlah lift hidrolik masuk ke dalam area penggantian itu bersama puluhan pekerja, beserta para petugas keamanan Masjidilharam atau Askar. Proses awal penggantian dimulai dengan pemasangan cincin shadarawan atau tali pengikat dasar, juga pelepasan jahitan kiswah di sudut-sudut Ka'bah.
Penggantian kiswah berlangsung setiap tanggal 1 Muharam atau tahun baru Islam. Pada tahun ini, 1 Muharam jatuh pada Senin (15/6/2026) atau setelah adzan maghrib berkumandang di Arab Saudi.
Beberapa tahun lalu, penggantian kiswah dilakukan setiap 9 Zulhijah atau menjelang waktu wukuf di Arafah. Namun, sejak 2022 atau 1444 Hijriah, pemerintah Arab Saudi menetapkan penggantian kiswah setiap tahun baru Islam.
Setelah proses persiapan itu, lift-lift hidrolik mulai terangkat, para pekerja tampak terlihat di atas Ka'bah maupun di sampingnya. Aktivitas mereka dan gerak-gerik lift hidrolik itu menyita perhatian para jemaah, sehingga banyak di antara mereka yang berhenti sejenak dan memadati mataf atau area sekeliling Ka'bah tempat orang-orang berjalan melakukan tawaf.
"Thariq, hajj! Ruuh! Tawaf, tawaf!" teriak para Askar yang menyuruh para jemaah untuk tidak berhenti, agar tidak terjadi kepadatan sehingga arus pergerakan di area tawaf terjaga.
Proses penggantian kiswah atau kain penutup Ka’bah di Masjidilharam, Makkah yang dimulai sejak Senin (15/6/2026) sore hingga Selasa (15/6/2026) waktu Arab Saudi, saat memasuki 1 Muharam atau tahun baru Islam. / Bisnis–Wibi Pangestu Pratama
Maklum rasanya para jemaah ingin berhenti sejenak, mengambil foto dan video prosesi itu, menatapnya dengan haru, hingga memanjatkan do'a. Prosesi itu mungkin hanya dilihat satu kali seumur hidup bagi beberapa orang, seperti jemaah haji yang menunggu belasan atau puluhan tahun untuk bisa ke Tanah Suci.
Kepadatan meningkat menjelang waktu salat wajib, yakni saat maghrib dan isya, karena jemaah mulai berhenti dan membentuk barisan untuk salat tetapi masih banyak juga jemaah yang melaksanakan tawaf, ditambah banyak yang ingin mengabadikan persiapan penggantian kiswah.
Adzan isya berkumandang, jutaan jemaah semakin memadati Masjidilharam, baik di area mataf maupun di lantai teratas. Banyak yang memilih untuk menunggu di rooftop demi bisa melihat penggantian kiswah dari atas dengan pemandangan yang lebih luas, juga bisa melihat langsung para pekerja yang bersiap di atas Ka'bah.
Hampir di setiap sisi, para Askar mulai mengosongkan area terluar mataf, yang biasanya menjadi tempat salat para jemaah. Jemaah yang akan melakukan tawaf diarahkan ke tengah mataf maupun ke area tawaf lantai 2 dan lantai atas, jemaah yang akan melakukan sa'i pun diarahkan untuk segera menuju jalur antara Bukit Safa-Marwah.
Jemaah memadati area mataf menjelang penggantian kiswah atau kain penutup Ka’bah di Masjidilharam, Makkah pada Senin (15/6/2026) malam hingga Selasa (16/6/2026) dini hari waktu Arab Saudi, atau saat memasuki 1 Muharam 1448 H. / Bisnis–Wibi Pangestu Pratama
Kepadatan meningkat karena semakin banyak jemaah yang berhenti atau berusaha tidak 'diusir' Askar demi bisa melihat prosesi penggantian kiswah dari dekat.
Bisnis yang berada di area mataf sejak sore terus bergerak dari satu titik ke titik lain. Beberapa kali Bisnis mengikuti arus jemaah yang melakukan tawaf, sembari mengambil foto dan video, lalu sesekali berhenti untuk beristirahat sembari mengirimkan materi peliputan.
Setelah isya, semakin sulit untuk berhenti apalagi beristirahat di area mataf, sehingga kami harus berjalan maju-mundur, sedikit demi sedikit agar tidak terlihat diam dan tidak disuruh pindah oleh Askar.
Kepadatan semakin terlihat di pintu menuju area Sa'i. Saat dilihat lebih dekat, para Askar telah membentuk barisan dan para jemaah menumpuk di sampingnya, mengangkat ponsel untuk bersiap merekam. Dapat dipastikan, dari jalur sana kiswah baru akan dibawa masuk.
Askar-Askar mulai bergerak mengatur ribuan jemaah, kami diarahkan untuk mundur, berjarak sekitar dua meter dari barisan itu. Jalur luas pun terbuka dari pintu area Sa'i menuju sisi Rukun Iraqi, sudut Ka'bah di dekat Hijr Ismail.
Dari kejauhan tampak kotak hitam yang besar dan memanjang masuk mendekati mataf, di sana para petugas mengeluarkan kain-kain kiswah untuk dibawa masuk.
Kepulan asap muncul dari tangan petugas lain yang memegangi tungku berisi bukhur atau wewangian tradisional Arab. Mereka berjalan di jalur itu dan semerbak wangi tercium sebelum kiswah dibawa masuk.
Waktu yang dinanti-nanti tiba, kain kehormatan itu dibawa melintasi jalur satu per satu. Sontak para jemaah meneriakkan takbir, bercampur dengan lantunan do'a dan isak tangis mereka yang terharu bisa menyaksikan langsung momen itu.
Ketika gulungan kiswah pertama melintasi para jemaah, mereka langsung berlari ke dekat barisan Askar untuk bisa melihat lebih jelas. Bisnis bersama para jurnalis dari tim Media Center Haji (MCH) termasuk salah satu di antara para jemaah yang melihat gulungan kiswah dari dekat.
Petugas membawa masuk kain kiswah baru untuk mengganti kain lama sebagai penutup Ka’bah di Masjidilharam, Makkah. Proses penggantian kiswah dimulai sejak Senin (15/6/2026) sore hingga Selasa (15/6/2026) waktu Arab Saudi, saat memasuki 1 Muharam atau tahun baru Islam. / Bisnis–Wibi Pangestu Pratama
Empat gulungan kiswah dibawa masuk ke samping Ka'bah dan proses pengangkatan langsung disiapkan. Tidak sampai sepuluh menit, proses pengangkatan pertama dimulai.
Kiswah pertama yang diangkat ada di sisi pintu Ka'bah. Penangkatan kain pertama ini menjadi yang paling lama dibandingkan sisi-sisi lainnya karena memerlukan beberapa tarikan hingga bisa terangkat sepenuhnya.
Kiswah kedua yang diangkat ada di sisi Hajar Aswad-Rukun Yamani, lalu ketiga di sisi Rukun Yamani-Rukun Syami, dan terakhir di sisi Hijr Ismail.
Kain kiswah terakhir memiliki sedikit celah di ujung atasnya karena terdapat Mizab Ar-Rahman atau talang air di atas Ka'bah.
Di setiap sisinya, para petugas mengangkat kain kiswah baru, memasangkannya hingga kencang, kemudian menurunkan kain kiswah lama yang ada di bagian dalam. Artinya, Ka'bah tidak benar-benar terbuka meskipun terdapat pergantian kain kiswah, hanya sebagian sudut yang bisa terlihat.
Gema takbir terus berkumandang sepanjang proses itu, terutama saat detik-detik pengangkatan kiswah di keempat sisi. Setelah prosesnya selesai, lantunan syukur terdengar dari mulut banyak jemaah, mereka begitu haru bisa menyaksikan langsung momen tersebut dalam hidupnya.
Sudut dinding Ka'bah yang terlihat saat penggantian kiswah di Masjidilharam, Makkah pada Senin (15/6/2026) malam hingga Selasa (16/6/2026) dini hari waktu Arab Saudi, atau saat memasuki 1 Muharam 1448 H. / Bisnis–Wibi Pangestu Pratama
Setelah pengangkatan empat kiswah selesai pada Selasa (16/5/2026) dini hari, suasana mataf lebih lengang. Para jemaah dapat duduk di area mataf untuk melihat proses selanjutnya, yakni perapian setiap sisi dan penjahitan setiap sudutnya.
Proses perapian itu berlangsung hingga Selasa (16/5/2026) setelah waktu subuh, baru setelah itu alat-alat lift hidrolik dan para petugasnya keluar dari area sekitar Ka'bah.
Berdasarkan pantauan dari siaran langsung di area Masjidilharam, hingga waktu maghrib atau pukul 19.05 di Makkah, pilar-pilar pembatas masih berdiri kokoh di sekitar Ka'bah, sehingga jemaah belum bisa menyentuh tempat suci itu. Namun, seluruh bagian kiswah sudah terpasang dengan baik.
Selama musim haji, bagian bawah kiswah diangkat dan diselimuti kain putih, sehingga jemaah haji bisa menyentuh dinding Ka'bah secara langsung. Namun, memasuki tahun baru Islam, kiswah telah menutup seluruh bagian Ka'bah hingga bawah.
Artinya, untuk bisa menyentuh dinding Ka'bah secara langsung, jemaah harus menunggu hingga datangnya musim haji 2027 atau 1448 H.





