jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 50 para calon pekerja migran mengikuti kegiatan Penguatan Komunikasi Global dalam program SMK Go Global di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ISO Japan, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin (15/6).
Kegiatan itu diinisiasi oleh Mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina berkolaborasi dengan LPK ISO Japan serta didukung oleh PT Pupuk Indonesia Logistik. Program SMK Go Global menjadi salah satu prioritas pemerintah.
BACA JUGA: Parama Hansa Abhipraya Raih Penghargaan di Golden Lion Singapore 2026
Para peserta mengikuti penguatan komunikasi global dengan cara berdiri, sesuai dengan kebiasaan pembelajaran mereka di LPK ISO Japan.
Kegiatan itu berguna ketika nanti bekerja di Negeri Sakura, para calon pekerja migran bakal tahan bekerja berjam-jam berdiri, terutama di sector manufaktur.
BACA JUGA: Mahasiswa Paramadina Ajak Warga Condet Kelola Sampah dan Arsip Keluarga
Penguatan materi kegiatan tersebut sesuai kebutuhan para calon pekerja migran di sana, yakni Public Speaking di Negeri Penempatan yang diisi oleh jurnalis Kompas TV Valentina Sitorus.
Lalu, sesi kedua yaitu Branding Diri “Menjadi Wajah Indonesia di Luar Negeri” dengan narasumber Anissa Nurul Rahma seorang Edukator.
BACA JUGA: KWP dan Universitas Paramadina Bekerja Sama untuk Program Beasiswa Kepada Wartawan Parlemen
Terakhri, sesi ketiga “Bijak Bermedia Sosial di Jepang” diisi oleh Fifa Chazali dari Tirto.id.
Ketua Pelaksana acara ini Andreas Wellman Marbun berterima kasih atas partisipasi para peserta yang mengikuti kegiatan dari pagi hingga sore.
Menurut dia, Jepang membangun kesuksesannya tidak hanya dalam sehari maupun setahun. Kesuksesan dibangun sesuai dengan filosofi Kaizen yakni dari perubahan menuju ke arah yang lebih baik.
"Hari ini kami memberikan materi ada soal komunikasi untuk menjadi bekal di Jepang. Kemudian dibawa kembali ke Indonesia disebarkan ke teman-teman Indonesia,“ ucap Andreas.
Dia juga mengapresiasi para peserta yang sudah bekerja keras dalam beberapa bulan kebelakangan hingga akan berangkat ke Negeri Sakura.
“Semoga sukses untuk teman-teman nanti di sana, semoga bisa membawa nama baik keluarga, bisa membahagiakan keluarga," kata dia.
Sementara Dosen Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial Universitas Paramadina Dwi Purbaningrum mengaku terkesan dengan model pembelajaran para lulusan SMK yang mengikuti pelatihan di ISO Japan.
"Bagi saya lulusan SMK punya potensi untuk bekerja di luar negeri, cuma mereka harus dibekali dengan ilmu terkait manajemen diri, komunikasi dan pembelajaran di negara penempatan,“ tutur Dwi.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Bersama yang menaungi LPK ISO Japan Yadi Suryadi menyambut baik kegiatan yang dilakukan para mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina.
Menurutnya, kolaborasi itu bisa terus berlanjut untuk membuka wawasan para siswa-siswi LPK ISO Japan.
Sebagai pihak penyelenggara masih banyak kekurangan, karena tidak memiliki keahlian dalam ilmu komunikasi.
"Kami sangat senang akan menjadi nilai plus. Saya katakan kepada anak-anak coba lihat dan adopsi serta terapkan. Karena tidak hanya bekerja, tapi mereka harus menjadi wajah Indonesia dengan pola komunikasi yang baik," ujar Yadi.
Salah satu peserta Diah Revani (21) lulusan SMK di Indramayu, mengaku kegiatan tersebut sangat seru. Apalagi pada sesi kedua ada kegiatan hipnoterapi.
"Kegiatan ini sangat memotivasi kami. Kami berharap tim kami yang akan segera berangkat nanti diperlancar, dan ilmu yang kami dapat hari ini menjadi bekal kami terima kasih untuk Universitas Paramadina," tuturnya. (dit/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahasiswa Paramadina Gelar Kegiatan Edukasi untuk Gen Z di Sekolah Masjid Terminal Depok
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




