Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), masih menyisakan ketakutan bagi masyarakat. Sejumlah warga terpaksa memilih tidur di luar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.
Dilansir detikSulsel, Rabu (17/6/2026), berdasarkan pantauan detikcom pada Selasa malam, sejumlah warga di Kelurahan Nunu, Kota Palu, tampak berkumpul di teras. Adapula yang memilih bertahan di halaman rumah sambil menyiapkan tempat istirahat darurat.
Sebagian warga menggelar tikar dan kasur untuk bermalam di luar rumah. Warga ogah masuk dalam rumah karena masih khawatir gempa susulan terjadi saat tertidur lelap.
Warga bernama Fatir mengaku masih merasa trauma akibat getaran gempa. Guncangan yang kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Masih takut masuk rumah. Tadi siang gempanya kuat. Siapa tahu masih ada susulan lagi, lebih baik kita tidur di luar dulu," kata Fatir kepada wartawan, Selasa (16/6) malam.
Kondisi serupa juga terlihat di beberapa titik permukiman lainnya di Kota Palu. Warga memilih tetap berada di area terbuka sambil memantau perkembangan informasi dari pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hingga malam hari, suasana di sejumlah lingkungan perumahan masih dipenuhi warga yang berjaga bersama keluarga. Sebagian warga juga menyiapkan kendaraan sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi guncangan susulan.
"Tadi lihat berita ada sudah tujuh puluh lebih kali gempa. Kita masih takut, makanya malam ini istirahat di luar saja," ucap warga lainnya, Burhanuddin kepada wartawan.
Simak selengkapnya di sini.
(fas/fas)





