Golkar Harap Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran-AS Damai

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen)Partai Golkar M Sarmuji berharap harga minyak dunia dapat segera turun menyusul perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

“Kami berharap kesepakatan damai ini segera berdampak pada penurunan harga minyak dunia yang selama ini terdampak oleh eskalasi konflik dan penutupan Selat Hormuz," ujar Sarmuji dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Ia menyebutkan, perang antara AS dan Iran telah meninggalkan luka ekonomi yang dalam, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: Usai AS-Iran Damai, Trump Puji Teheran Kini Punya Pemimpin Rasional

Sarmuji mengungkit bahwa subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dari APBN sudah membengkak akibat kenaikan harga minyak dunia.

"Harga minyak yang tinggi membebani APBN kita melalui subsidi BBM yang membengkak, menekan daya beli masyarakat, dan menambah tekanan inflasi. Normalisasi harga energi dunia adalah kepentingan langsung rakyat Indonesia,” ujar dia.

Maka dari itu, Sarmuji menyebut Golkar menyambut baik pengumuman tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Hanya saja, Sarmuji menyampaikan bahwa dampak dari konflik ini tidak berhenti pada harga minyak.

Baca juga: AS dan Iran Sepakat Damai, Peta Geopolitik Tak Lagi Sama

Menurut dia, gangguan rantai pasok global yang dipicu penutupan Selat Hormuz telah mendorong lonjakan biaya logistik dan pengiriman internasional, yang pada akhirnya dirasakan oleh konsumen dan pelaku usaha di Indonesia.

“Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan. Pemerintah harus bergerak cepat dan terukur untuk mengonversi perdamaian ini menjadi manfaat nyata bagi rakyat Indonesia,” tutur Sarmuji.

Sarmuji mendorong pemerintah segera melakukan perbaikan fiskal dengan mengevaluasi dan menyesuaikan subsidi energi secara bertahap seiring normalisasi harga minyak global.

Dia menilai, ruang fiskal yang selama ini tergerus pembengkakan subsidi BBM, kini sudah terbuka kembali dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Baca juga: Tanda Tanya Kesepakatan Damai AS-Iran yang Belum Terjawab

“Anggaran yang sebelumnya terpaksa dialokasikan untuk menutup pembengkakan subsidi dapat dialihkan dan difokuskan pada sektor-sektor strategis dan prioritas, seperti infrastruktur, pendidikan, dan perlindungan sosial yang manfaatnya lebih langsung dirasakan rakyat,” kata dia.

Meredanya premi risiko geopolitik juga memungkinkan biaya impor minyak dan gas menjadi lebih efisien, yang akan berdampak langsung pada penurunan biaya produksi domestik dan tekanan inflasi.

Selanjutnya, terkait pembukaan Selat Hormuz harus segera dimanfaatkan untuk memperlancar rantai pasok ekspor-impor yang selama berbulan-bulan terganggu, sekaligus memangkas biaya logistik internasional yang membebani pelaku usaha.

Baca juga: 3 Hal yang Bisa Dilakukan RI dalam Momentum Kesepakatan Damai Iran-AS

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Indonesia perlu menggenjot ekspor non-migas ke kawasan Timur Tengah dan negara-negara yang selama ini terdampak konflik, termasuk menjalin kembali kesepakatan dagang dengan Iran di sektor produk pertanian dan manufaktur yang sempat tertunda," kata Sarmuji.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Membesarkan Anak yang Tangguh Tanpa Terlalu Keras
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Profesi Satpam Berubah, Kompetensi Pelayanan Kini Jadi Kebutuhan
• 38 menit lalurepublika.co.id
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Rabu 17 Juni 2026: Scorpio Bernasib Mujur, Leo Diminta Lebih Santai
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Yang Diketahui dari Dugaan Pelecehan Anjing di Kafe Dogs Ministry
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
BI Diramal Kerek Lagi Suku Bunga di RDG Besok
• 13 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.