Bisnis.com, JAKARTA – Emiten milik pengusaha Hary Tanoe, PT MNC Tourism Indonesia Tbk. (KPIG) bersiap melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan bisnis ke depan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), KPIG akan menerbitkan sebanyak 7,45 miliar saham baru dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan masing-masing Rp100 per saham.
Dengan jumlah saham yang diterbitkan tersebut, perseroan berpotensi memperoleh tambahan modal sebesar Rp745,53 miliar. Dana hasil aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan sekaligus mendukung berbagai rencana pengembangan usaha.
Pelaksanaan PMTHMETD tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni 2025, sementara keterbukaan informasi kepada publik dilakukan pada 25 Juni 2025.
Sebelum aksi korporasi dilaksanakan, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh KPIG tercatat sebanyak 99,86 miliar saham. Setelah penerbitan saham baru sebanyak 7,45 miliar saham, jumlah saham perseroan akan meningkat menjadi 107,31 miliar saham.
Baca Juga
- MNC Tourism (KPIG) Cetak Laba Bersih Rp95,35 Miliar Kuartal I/2026
- MNC Tourism (KPIG) Raup Rp2,6 Triliun, Laba Naik 6,7% di 2025
- Realisasi Investasi KEK Lido MNC Land (KPIG) Capai Rp5,9 Triliun
Pelaksanaan private placement dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026. Dari total saham yang memperoleh persetujuan untuk diterbitkan melalui skema tanpa HMETD, perseroan tercatat telah merealisasikan penerbitan sebanyak 2,3 miliar saham.
Aksi korporasi ini menjadi salah satu langkah strategis KPIG dalam memperkuat kapasitas pendanaan di tengah ekspansi bisnis pariwisata dan properti yang terus dikembangkan oleh grup usaha MNC.
KPIG mampu membukukan pendapatan bersih senilai Rp589,05 miliar sepanjang kuartal I/2026. Realisasi itu mencerminkan pertumbuhan 26,75% year-on-year (YoY) dibandingkan Rp464,71 miliar pada periode yang sama pada 2025.
Kenaikan pendapatan perseroan sepanjang Januari—Maret 2026 terutama ditopang oleh segmen hospitality seperti hotel, resor, hingga golf yang berkontribusi 52% atau Rp306,1 miliar dari total pendapatan.
Begitu juga pada segmen properti dan jasa lainnya yang berkontribusi sebesar Rp282,96 miliar sepanjang kuartal I/2026. Kedua segmen pendapatan perseroan kompak bertumbuh pada periode ini.
Peningkatan pendapatan perseroan juga berdampak pada kian membengkaknya beban pokok pendapatan menjadi Rp409,01 miliar per Maret 2026, naik dibandingkan Rp319,94 miliar pada periode yang sama pada 2025.
Meskipun begitu, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, KPIG masih mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp95,35 miliar, naik 78,15% YoY dibandingkan Rp53,52 miliar pada periode yang sama pada 2025.





