PSI Sebut Rencana Jokowi Keliling Indonesia Bukan Safari Politik

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menepis anggapan bahwa rencana Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berkeliling Indonesia bukan merupakan kegiatan safari politik.

Wakil Ketua Umum PSI Isyana Bagoes Oka menyebutkan, Jokowi justru keliling Indonesia untuk memenuhi undangan masyarakat.

"Ini bukan safari politik sebetulnya. Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan Pak Jokowi itu memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di Partai Solidaritas Indonesia," kata Isyana Bagoes Oka di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (16/5/2026).

Baca juga: Saat Jokowi Bersiap Turun Gunung: PDI-P Mengawasi, PSI Makin Percaya Diri

Kendati demikian, Isyana belum mau membocorkan kapan agenda Jokowi keliling Indonesia akan dimulai.

"Tunggu aja ya," ucap dia.

Isyana juga irit bicara ketika ditanya soal kabar yang menyebut Jokowi bakal segera bergabung ke PSI dan menduduki posisi ketua Dewan Pembina.

"Kita tunggu saja siapnya," ujar Isyana.

Baca juga: PSI Dinilai Butuh Efek Jokowi untuk Survive di Perpolitikan Nasional

Sebelumnya diberitakan, Jokowi berencana akan mengunjungi 38 provinsi di Indonesia.

Rencananya kegiatan tersebut akan dimulai dari Lampung pada akhir Juni 2026.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah itu kunjungan akan dilanjutkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jadi gini, bahwa 38 provinsi ini akan dikunjungi oleh beliau yang berdasarkan undangan maupun ada program safari beliau sebagai mantan presiden ya, Presiden ke-7, menyambangi masyarakat ya kan. Gitu, jadi nanti 38 provinsi itu didatangi gitulah," kata Ketua DPP PSI Bestari Barus kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jatuh Tak Bersisa, Pesawat Bomber B-52 AS Menukik 1.500 Meter Per Menit
• 2 jam laludetik.com
thumb
Warga Cium Bau Busuk, Polisi Temukan Mayat Pria Membusuk di Kontrakan Jaktim
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Momen Tim SAR Evakuasi Pendaki Terjatuh-Patah Kaki di Gunung Bulu Saukang Sulsel
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Tahan 2 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal
• 5 jam laludetik.com
thumb
INET Gelar Tender Offer Saham Emiten Outsourcing (PADA)
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.