JAKARTA (Realita)- Kenaikan harga tiket masuk Jakarta Fair Kemayoran 2026 memicu kritik keras dari berbagai kalangan. Salah satunya, Ketua Umum Poros Rawamangun Rudy Darmawanto, dirinya menilai pesta tahunan HUT Ke-499 Jakarta itu kini sulit dijangkau warga biasa dan diduga bergeser menjadi ajang bisnis.
“Jakarta Fair yang digagas Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin tujuannya untuk meramaikan HUT Jakarta, sehingga penyelenggaraannya bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat," kata Rudy kepada Realita.co, Selasa (16/6/2026).
Rudy juga menambahkan, namun dalam realitasnya penyelenggaraan Jakarta Fair disinyalir sudah menjadi ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan sebesar- besarnya kepada pelaku usaha, sponsor dan warga yang berkunjung," bebernya.
Rudy menilai mahalnya tiket Jakarta Fair 2026, dinilai tidak logis di tengah-tengah daya beli masyarakat yang tertekan harga kebutuhan pokok hingga BBM.
"Jakarta Fair kini kehilangan esensi awalnya," ketusnya.
Rudy juga memaparkan, sekarang ini Jakarta Fair bukan lagi ajang pesta rakyat, tidak ada manfaatnya buat warga Jakarta. Pemprov DKI harus segera mengevaluasi pelaksanaan Jakarta Fair,” ungkap Rudi kembali.
Disinggung jika alasan tiket mahal untuk menutup biaya penyelenggaraan juga dibantah Rudy. Menurut aktivis senior, yang juga sering menyuarakan berbagai isu kebijakan publik di Ibu Kota ini, melihat
penyelenggara sudah mendapat pemasukan besar dari sewa stand dan sponsor perusahaan swasta.
Harga Tiket Jakarta Fair 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/6) kemarin. Pameran tersebut berlangsung hingga 12 Juli 2026 mendatang sebagai rangkaian HUT Ke-499 Jakarta.
Harga tiket masuk tanpa konser:
- *Senin*: Rp40.000
- *Selasa-Jumat*: Rp50.000
- *Sabtu, Minggu & Libur Nasional*: Rp60.000
Tiket Jakarta Fair dijual melalui online via http://Jakartafair.co.id dan http://Loket.com. Tersedia bundling tiket + konser mulai Rp80.000.
Sebagai perbandingan, Jakarta Fair 2025 mencatat transaksi Rp7,3 triliun dengan 6 juta pengunjung.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemprov DKI Jakarta terkait dugaan polemik mahalnya tiket Jakarta Fair yang katanya sebagai pesta rakyat.(Ang)
Editor : Redaksi





