CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Nama dan foto Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, dicatut oleh penipu di aplikasi WhatsApp dengan modus penawaran lelang mobil.
Hasrul baru mengetahui pembajakan identitasnya setelah dihubungi sejumlah kolega pada Rabu (17/6) pagi. Ia langsung menegaskan bahwa pesan tersebut adalah hoaks dan meminta masyarakat waspada.
"Pagi ini beberapa teman menghubungi saya, katanya saya mau jual mobil. Saya juga kaget, mobilnya saja saya tidak tahu, tapi fotonya pakai muka saya yang pas-pasan. Kalau ada yang atasnamakan saya menawarkan lelang mobil, itu hoaks," kata Hasrul.
Kasus ini kontras dengan rekam jejak Hasrul yang panjang dan bersih di dunia pers serta regulasi penyiaran.
Pria kelahiran Makassar, 22 Desember 1983 ini mengawali karier sebagai jurnalis di Harian Berita Kota Makassar, lalu menjadi koresponden televisi swasta nasional di Sulawesi Tengah pada 2005, dan aktif meliput konflik Poso hingga 2008.
Demi membangun daerah, lulusan Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Makassar ini keluar dari media nasional pada 2010 untuk merintis Celebes TV, sebuah stasiun televisi lokal di Makassar.
Kiprahnya di dunia regulasi dimulai tahun 2017 saat terpilih menjadi anggota KPI Daerah (KPID) Sulawesi Selatan.
Pada periode 2020–2023, putra sulung pasangan Hasan dan Syamsiah ini dipercaya menjabat sebagai Ketua KPID Sulsel dan ikut merumuskan Peraturan KPI Kelembagaan di Rakornas 2022, sebelum akhirnya menduduki kursi Komisioner KPI Pusat.
Di luar itu, Hasrul juga aktif memimpin berbagai organisasi profesi seperti AJI, IJTI Sulsel, AJV Sulsel, serta mendirikan lembaga edukasi sejarah bagi pelajar bernama Bina Muda Pandawa.
Masyarakat diimbau segera melakukan konfirmasi jika menerima pesan sejenis agar terhindar dari penipuan siber.




