Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membuka koridor baru Bus Trans Jatim di kawasan Pasuruan dihadapkan pada tantangan besar.
Nyono Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim menjelaskan, tantangan tersebut adalah tidak mematikan angkutan umum yang sudah lebih dulu beroperasi, khususnya bus kuning di kawasan industri Pasuruan.
Saat ini keberadaan jalur bus kuning mulai kembali aktif karena mendapat tambahan penumpang dari Bus Trans Jatim Koridor VI Mojokerto – Porong.
“Di sana sudah ada trayek bus kuning dan sekarang justru hidup kembali karena mendapat limpahan penumpang Bus Trans Jatim Koridor VI yang melanjutkan perjalanan ke Pasuruan,” ucap Nyono, Rabu (17/6/2026).
Bahkan efek domino beroperasinya Koridor VI juga mengerek tingkat okupansi bus kuning. Bahkan Nyono menyebut para operator mulai melakukan peremajaan armada karena permintaan penumpang yang terus meningkat.
Oleh karena itu, Nyono menyebut pihaknya masih terus melakukan kajian dalam pembukaan koridor Pasuruan supaya tidak mengganggu jalur angkutan konvensional.
“Pasuruan masih kami lakukan studi. Bahkan pengusahanya sampai mengganti bus-bus lama dengan armada baru karena penumpangnya meningkat,” tuturnya
Sebagai solusinya, Dishub sedang mengkaji agar Bus Trans Jatim tidak melintasi di seluruh jalan utama, tapi melewati jalur alternatif menuju kawasan industri.
Skema itu dinilai menjadi opsi jalan tengah karena mayoritas calon penumpang yang disasar merupakan pekerja industri.
Selain mengkaji skema jalur industri, Dishub juga menyiapkan konsep transport hub sebagai titik perpindahan moda transportasi.
Nyono menyebut penumpang dapat berganti angkutan menuju kawasan industri tanpa mengganggu operasional angkutan umum yang sudah ada.
Nyono bilang pembukaan koridor baru Pasuruan ini harus mengakomodasi berbagai kepentingan, mulai dari angkutan kota, bus antarkota sampai kebutuhan mobilitas para buruh. Nantinya keputusan akhir baru diambil sesudah seluruh kajian teknis dan sosial tuntas diselesaikan.
“Alternatifnya Bus Trans Jatim langsung masuk kawasan industri, sehingga tidak bersinggungan dengan trayek bus kuning. Bisa saja menuju kawasan PIER atau kawasan industri lainnya, bahkan memungkinkan memanfaatkan jalan tol. Semua itu masih dalam tahap studi,” ucap Nyono. (wld/saf/ipg)




