Oleh: Wibowo Prasetyo, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, penikmat sepakbola
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Dalam sejarah Piala Dunia, Kanada lebih sering menjadi penonton daripada pelaku utama.
Negara ini pernah datang, pulang, lalu menghilang cukup lama dari panggung sepakbola dunia. Karena itu suasana di Toronto pada Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB terasa berbeda dari biasanya.
Baca Juga
Proyek Rel Kereta Jalur Ottoman Hubungkan Turki-Saudi Bikin Israel Geram dan Gigit Jari
Kota Rudal Iran yang Gagal Dihancurkan AS Meski Dibombardir Bertubi-tubi
Satu Amalan yang Diwasiatkan Rasulullah SAW Ini akan Datangkan Cinta Allah SWT dan Manusia
Puluhan ribu orang memadati stadion untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia antara Kanada dan Bosnia-Herzegovina.
Bagi banyak negara, pertandingan pembuka mungkin hanya bagian dari jadwal turnamen. Bagi Kanada, pertandingan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pertandingan Piala Dunia digelar di tanah Kanada.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sepakbola sesungguhnya bukan sesuatu yang baru di Toronto. Jauh sebelum FIFA memutuskan membawa Piala Dunia ke Kanada, olahraga ini telah hidup di Toronto selama lebih dari satu abad.
Gelombang pendatang dari Eropa, Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah, Afrika, dan Asia membawa serta kecintaan mereka terhadap sepakbola. Toronto tumbuh menjadi salah satu kota paling beragam di dunia, dan sepakbola perlahan menjadi bahasa yang dipahami oleh berbagai komunitas yang berbeda itu.
Di kota inilah seseorang dapat menemukan restoran Italia berdampingan dengan kawasan yang didominasi komunitas Asia, lalu berjalan beberapa blok menuju lingkungan yang dibentuk oleh keluarga-keluarga asal Balkan atau Karibia.
Banyak penduduk Toronto memiliki akar keluarga di negara-negara yang menjadikan sepakbola sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Rekor pertemuan Kanada dan Bosnia Herzegovina. - (Istimewa)