Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Qodari menegaskan nantinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dievaluasi. Salah satu terobosan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki tata kelola dapur MBG adalah menerapkan sistem grading sesuai dengan kinerja masing-masing dapur.
Qodari menjelaskan langkah ini dilakukan seiring dengan semakin luasnya cakupan program yang kini telah menjangkau sekitar 63 juta penerima manfaat melalui kurang lebih 28 ribu dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam skema ini, setiap dapur MBG akan dikelompokkan berdasarkan kinerjanya dalam kualitas pelayanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
“Ke depan SPPG-nya sendiri akan mengalami grading atau evaluasi. Jadi akan ada kelas-kelas SPPG yang bagus itu A, yang sedang itu B, yang kurang bagus itu C. Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan mempengaruhi insentifnya, jadi angka insentifnya tidak akan sama,” ujar Qodari dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.
Nantinya, kata dia, penerapan sistem kelas atau grading tersebut akan berpengaruh terhadap insentif yang diberikan BGN kepada dapur MBG sesuai dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.
Dengan demikian, kata Qodari, besaran insentif yang diterima SPPG nantinya akan ditentukan oleh dua faktor utama, yakni jumlah penerima manfaat yang dilayani dan hasil penilaian kualitas atau grading masing-masing SPPG.
Di sisi lain, ia mengatakan pemerintah juga akan memperketat evaluasi terhadap aspek operasional yang selama ini telah berjalan.
Pengawasan akan diperkuat pada berbagai aspek, mulai dari kondisi fasilitas, pemenuhan persyaratan operasional, proses pengolahan makanan, hingga standar kesehatan dan kebersihan.
Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan mutu pangan yang diterima siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya dalam program MBG.
Menurutnya, pemerintah kini menempatkan peningkatan kualitas layanan sebagai prioritas utama setelah jaringan layanan MBG berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir.
“Jadi fokusnya bukan lagi kepada kuantitas, tetapi kepada kualitas. Selain kualitas SPPG, ke depan juga diharapkan ada perbaikan dari segi efisiensi,” imbuhnya.




