AS Menarik Lebih dari 20 Jenis Produk Buatan Tiongkok dari Rak-rak Toko, Diduga Barang Palsu Berlabel “Made in the USA”

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pemerintah Amerika Serikat, melalui Administrasi Usaha Kecil (Small Business Administration/SBA), baru-baru ini meluncurkan operasi penertiban untuk memeriksa produk-produk impor yang diduga memiliki pelabelan asal yang tidak benar. Hal demikian diungkap dalam pernyataan SBA Jumat (12/6/2025). 

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan asal Tiongkok diduga secara keliru mengklaim produk mereka sebagai “Made in USA” (Buatan Amerika Serikat). Hingga saat ini, sekitar 20 jenis produk buatan Tiongkok telah dihapus dari daftar pengadaan pemerintah federal.

Gedung Putih menegaskan bahwa pemerintah akan mencegah produk asing menyamar sebagai produk lokal demi melindungi kepentingan usaha kecil dan menengah (UKM) Amerika serta menjaga integritas rantai pasok.

Penertiban terhadap pelabelan yang tidak sesuai

SBA baru-baru ini memperkuat upaya mendukung industri manufaktur dalam negeri dan mengurangi pembelian produk dari Tiongkok yang diduga menggunakan pelabelan asal yang tidak akurat dalam proses pengadaan pemerintah.

Kepala SBA, Kelly Loeffler, menyatakan bahwa beberapa perusahaan Tiongkok melakukan promosi yang tidak sesuai di platform pemasok pemerintah “Advantage!”, dengan mengklaim bahwa produk mereka dibuat di Amerika Serikat.

Menurut Loeffler, dalam waktu kurang dari tiga minggu, pemerintah federal telah menyelesaikan penyelidikan dan menemukan lebih dari 20 produk asal Tiongkok yang melanggar ketentuan tersebut. Produk-produk itu kemudian telah dihapus dari daftar pengadaan.

Berawal dari keluhan produsen AS

Kasus ini bermula dari pengaduan sebuah perusahaan kecil pembuat peralatan makan berbahan baja tahan karat di Amerika Serikat, Sherrill Manufacturing.

Perusahaan tersebut menuduh bahwa beberapa perusahaan Tiongkok hanya melakukan proses perakitan di Amerika Serikat, tetapi memasarkan produknya sebagai “Made in USA”, sehingga mendorong pemerintah melakukan penyelidikan.

Pemerintah AS menegaskan dukungan terhadap produk dalam negeri

Presiden Donald Trump pada berbagai kesempatan telah mengeluarkan perintah eksekutif yang bertujuan memperkuat kebijakan pemerintah untuk memprioritaskan pembelian produk buatan Amerika.

Selain itu, sistem pengadaan federal juga didukung oleh berbagai peraturan yang mengharuskan lembaga pemerintah mengutamakan penggunaan produk domestik dan mencegah masuknya barang impor dengan keterangan asal yang tidak benar ke dalam rantai pasok pemerintah.

Gedung Putih menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mentoleransi praktik produk asing yang mengaku sebagai “Made in USA”, maupun tindakan yang merugikan usaha kecil dan menengah dalam negeri yang menjalankan bisnis secara jujur dan sesuai aturan.

Laporan disusun oleh wartawan New Tang Dynasty Television, Li Wei.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokumen Muktamar Diduga Dipalsukan, Kader PPP Lapor Polda Metro Jaya
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Gunung Ibu Erupsi, Muntahkan Kolom Abu Tebal Setinggi 800 Meter dari Puncak
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Jangan Lupa Pakai Masker!
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Telan Anggaran Rp 5,4 Miliar, Perbaikan Jalan Longsor di Kebon Pedes Bogor Mulai Dikerjakan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Heboh Struk Pembelian Pertalite Rp18.040, Pertamina Angkat Bicara
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.