VIVA – Herve Renard hampir gagal tampil di Piala Dunia 2026 karena dipecat Arab Saudi. Namun, dia justru mendapatkan kesempatan untuk menangani Tunisia.
Renard berhasil membantu Arab Saudi lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur putaran keempat di kualifikasi zona Asia. Dia berhasil mengalahkan Timnas Indonesia dan juga mengimbangi Irak pada Oktober lalu.
Skuad Garuda gagal lolos karena pertandingan tersebut. Namun, selagi The Green Falcons berhasil lolos, Renard justru dipecat Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) pada Maret lalu.
Uniknya, saat Piala Dunia 2026 sudah digelar, kesempatan justru mencuat untuk pelatih asal Prancis berusia 57 tahun tersebut. Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) memecat Sabri Lamouchi usai dikalahkan dengan skor telak 1-5 oleh Swedia.
Kini, Renard punya kesempatan untuk memperbaiki diri. Namun, dua laga ke depan sama sekali tidak akan mudah, karena Tunisia harus menghadapi tim kuat Asia, Jepang, dan juga wakil Eropa, Belanda.
Laga perdananya bersama Tunisia adalah menghadapi Jepang pada Minggu (21/6/2026) siang WIB mendatang. Berbicara untuk pertama kalinya sebagai pelatih Tunisia, Renard mengharapkan fokus.
“Pada saat ini, kami harus fokus kepada diri sendiri. Kami masih memiliki beberapa hari untuk siap,” kata Renard kepada awak media pada Selasa (16/6/2026), dilansir The Canadian Press via TSN.
Laga debutnya adalah di tengah Piala Dunia. Namun, Renard sudah pernah tampil di panggung besar ini sebelumnya.
Pada empat tahun lalu, Renard merupakan pelatih yang membantu Arab Saudi menciptakan kejutan di pekan pembuka Piala Dunia 2022. Mereka mengalahkan Argentina, yang menjadi juara pada akhir turnamen, dengan skor 2-1 dalam laga tersebut.
Pada tahun 2018, Renard juga mengikuti Piala Dunia bersama Maroko. Mereka berhasil menahan Spanyol namun gagal melewati fase grup.
Sebagai pengingat, meski mengalahkan Argentina, Arab Saudi juga tak lolos dari fase grup pada 2022. Jadi, rekam jejak Renard sejauh ini tidak mendukung Tunisia untuk lolos dari fase grup.
Herve Renard sendiri juga menyadari bahwa tantangan berat ada di depannya. Namun, dia tetap antusias untuk menghadapinya.





