Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengungkap kondisi terkini Andrie Yunus usai dua bulan dirawat intensif di RSCM. Menurut Dimas, kini Andrie Yunus sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan menjalani rawat jalan.
“Rawat jalan itu per dua minggu apa satu bulan sekali seingat saya. Itu sudah dua bulan terakhir ini, sejak April akhir,” ungkap Dimas kepada wartawan sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya atas tindak lanjut laporan atas kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie, Rabu (17/6).
Kata Dimas, Andrie juga telah menjalani serangkaian fisioterapi selama satu bulan terakhir dengan baik. Dampaknya, Andrie sudah mulai dapat menggerakkan tubuhnya dan melakukan aktivitas ringan secara mandiri.
“Jadi kemarin fisioterapi itu Alhamdulillah prosesnya sudah berjalan baik, dia sudah mulai bisa melakukan gerakan-gerakan senam ringan, terus juga sudah mulai bisa aktivitas kayak mandi gitu ya, sudah bisa mandi sekarang. Terus sudah bisa makan tanpa disuapin,” ujar Dimas.
Dimas menyoroti kondisi tangan Andrie yang sebelumnya menyebabkan ia tidak dapat makan secara mandiri. Hal itu karena ototnya mengalami kontraksi selama perawatan intensif.
“Tangannya itu kan setelah operasi ketarik ya ototnya. Jadi ada istilahnya itu kontraksi. Jadi hasil dari operasi di kulitnya itu, itu suatu waktu kalau misalnya enggak digerakkan, dia akan kaku gitu. Nah, makanya kemudian fisioterapi dilakukan,” jelas Dimas.
Meski demikian, Dimas mengatakan mata Andrie masih ditutupi perban.
“Jadi masih ditutup rapat gitu ya supaya dia, kalau kata tim dokternya itu supaya bola matanya itu masih utuh. Jadi yang dijaga supaya bisa ditingkatkan lagi fungsi penglihatannya itu, kondisi bola mata itu masih utuh,” ujar Dimas.
“Jadi enggak boleh kedip-kedip apa segala macam, makanya dipasang penyangga dari tulang lunak di kakinya,” sambungnya.
Atas kondisinya ini, Dimas mengatakan bahwa Andrie masih berada dalam lindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan belum bisa tampil di muka publik. Perlindungan ini akan berlaku selama enam bulan.
“Masih di bawah perlindungan LPSK. Jadi kenapa kemudian belum dapat tampil di publik ya, selain karena faktor medisnya. Jadi beberapa lukanya Andrie itu luka-luka terbuka,” ucap Dimas.
“Jadi kalau misalnya dia aktivitas normal di luar maksudnya, itu ditakutkan akan ada infeksi. Ya makanya kemudian LPSK kemarin membuat perjanjian untuk melakukan perlindungan kepada Andrie selama enam bulan lah kurang lebih,” kata dia.




