Jakarta, VIVA – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp22,49 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Gus Ipul mengatakan, jika usulan tambahan anggaran ini tidak disetujui makan akan ada enam kelompok sasaran yang terdampak.
"Kami perlu menyampaikan ini dengan jujur Jika usulan tambahan Rp22,49 triliun tidak dapat dipenuhi dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat enam kelompok sasaran yang paling terdampak," ucap Gus Ipul dalam rapat kerja bersama Komisi VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Juni 2026.
Enam kelompok tersebut antara lain, 1,4 juta lansia dan disabilitas tinggal miskin yang tidak akan mendapatkan bantuan langsung berkelanjutan dengan nilai anggaran Rp3,51 triliun.
Kedua, 420.000 keluarga tidak mendapatkan bantuan sembako dengan nilai anggaran sebesar Rp1,01 triliun yang belum tersedia.
Ketiga, 270.000 anak yatim piatu tidak mendapat bantuan atensi rehabilitasi sosial, nilai anggarannya Rp648 miliar yang belum tersedia.
Keempat, 101.606 siswa Sekolah Rakyat operasional 2027 kekurangan anggaran Rp3,64 triliun, tentu ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
Kelima, ada 5.133 TKSK dan 390.000 KPM PPSE yang terdampak. Dan terakhir, 70.510 penyandang disabilitas tidak mendapatkan atensi, hanya bisa menjangkau 14.743 orang.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menuturkan pagu indikatif tahun 2027 untuk Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp84,71 triliun belum mampu memenuhi kebutuhan program prioritas.
Dia mengatakan, ada tiga program besar yang masih mengalami kekurangan anggaran. Salah satunya kata dia, program sekolah rakyat.
"Graduasi program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE), pagu hanya membiayai Rp10.000 Kakak sementara target rpjmn membutuhkan 400.000 KPM per tahun gapnya hampir 40 kali," tutur dia.
"Sekolah Rakyat pagu Rp4,9 triliun kurang dari Rp3,64 triliun untuk membiayai 100.000 lebih siswa yang bersekolah di tahun 2027, padahal ini mandat langsung Perpres 120 tahun 2025 yang sekaligus sekarang terus berjalan dan mengalami suatu kemajuan-kemajuan yang patut dicatat sebagai bagian dari perjalanan awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat," sambungnya.
Selain itu, tidak ada satu rupiah dalam pagu indikatif terkait bantuan untuk 1,46 juta lansia dan disabilitas tunggal miskin.
"Total gap yang kami usulkan untuk dipenuhi adalah Rp22 triliun. Jika disetujui maka total anggaran Kemensos 2027 menjadi Rp107,20 triliun," pungkas Gus Ipul.



