Semarang, 15 Juni 2026 – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, resmi menyandang gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) Bidang Ilmu Teknik Sipil dengan Spesialisasi Manajemen Konstruksi dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Dalam sidang terbuka Senat Akademik UNISSULA, Senin (15/6), pria yang akrab disapa Ifan itu memperkenalkan sebuah terobosan konseptual bernama “Konstanta Asa”.
Konsep ini berangkat dari penelitian mendalam mengenai penerapan sistem manajemen mutu. Temuannya menunjukkan bahwa perbaikan sistem manajemen secara konsisten mampu meningkatkan produktivitas ekonomi tanpa harus menambah modal maupun tenaga kerja baru. “Artinya, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh tambahan modal dan tenaga kerja, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan manajemen,” ujar Ifan dalam orasi ilmiahnya.
Tiga Pilar Pembangunan Nasional
Dalam orasinya, Ifan menjelaskan bahwa pembangunan nasional perlu ditopang oleh tiga pilar utama yang saling menguatkan:
- Efisiensi Produksi: Dicapai melalui penerapan ekonomi dan teknologi.
- Kualitas Tata Kelola: Diwujudkan melalui sistem manajemen yang baik.
- Struktur Pasar Kompetitif: Ditegakkan melalui kebijakan dan penegakan hukum persaingan usaha yang sehat.
Ia menegaskan bahwa tanpa efisiensi, pembangunan menjadi mahal; tanpa tata kelola yang baik, pembangunan menjadi tidak terarah; dan tanpa persaingan usaha yang sehat, pembangunan kehilangan keadilan sekaligus daya dorong produktivitasnya. Konstanta Asa membuktikan bahwa peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penguatan tata kelola, inovasi, dan persaingan usaha yang sehat, tidak hanya bergantung pada investasi besar-besaran.
Delapan Pilar Strategis untuk Sektor Konstruksi dan Energi
Mengusung latar belakangnya di bidang manajemen konstruksi, Ifan menawarkan delapan pilar strategis untuk meningkatkan tata kelola dan daya saing sektor konstruksi serta energi, antara lain:
- Percepatan pembaruan regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
- Penguatan program kepatuhan KPPU.
- Penerapan standar manajemen proyek internasional seperti ISO 21500 sebagai persyaratan wajib dalam proses lelang.
- Optimalisasi pengawasan investasi transmisi dan distribusi gas bumi.
- Percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) yang terintegrasi dengan Program Tiga Juta Rumah.
Pengakuan atas Kontribusi dan Pengukuhan
Pengukuhan Ifan sebagai guru besar kehormatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta jajaran pimpinan KPPU. Rektor UNISSULA, Prof. Gunarto, menyatakan bahwa penganugerahan ini diberikan atas kontribusi panjang Ifan dalam bidang energi, ekonomi, dan konstruksi, serta jasanya dalam memastikan sektor-sektor strategis tumbuh dalam iklim persaingan yang sehat.
Melalui konsep “Konstanta Asa” dan delapan pilar strategisnya, Ifan berharap dapat mendorong reformasi manajemen konstruksi dan penegakan persaingan usaha yang lebih baik, demi terciptanya pembangunan nasional yang lebih efisien, transparan, dan berkeadilan.





