Pernah Jadi Raja Pizza, Kini Pizza Hut Dijual

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Nama Pizza Hut sudah lama identik dengan restoran pizza keluarga yang populer di berbagai negara. 
 
Namun di balik statusnya sebagai salah satu merek restoran paling dikenal di dunia, Pizza Hut ternyata tengah menghadapi tantangan bisnis yang tidak ringan. 
 
Kondisi tersebut membuat pemiliknya, Yum! Brands, memutuskan menjual jaringan restoran tersebut dalam transaksi bernilai fantastis mencapai USD2,7 miliar atau sekitar Rp44 triliun.

Langkah ini menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di industri restoran global dalam beberapa tahun terakhir. 
 
Penjualan dilakukan sebagai bagian dari strategi Yum! Brands untuk memfokuskan bisnis pada merek-merek yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih kuat.
  Baca juga: Pizza Hut Indonesia Berinovasi Menu Baru, Apa Saja? Pizza Hut resmi berpindah tangan Yum! Brands telah mengumumkan penjualan jaringan Pizza Hut. Melansir BBC, Rabu, 17 Juni 2026, perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital akan mengakuisisi merek tersebut seharga USD1,5 miliar, sementara Yum China Holdings akan membeli operasi di Tiongkok daratan seharga USD1,2 miliar.
 
"Di bawah LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada di posisi yang baik untuk pertumbuhan di masa depan dengan kepemilikan yang membawa keahlian mendalam di industri restoran," kata kepala eksekutif Yum! Brands, Chris Turner.
 
Keputusan ini diambil setelah periode kesulitan yang berkepanjangan yang dialami olah Pizza Hut. Tantangan Pizza Hut Yum! Brands pertama kali mengungkapkan bahwa mereka sedang menjajaki potensi penjualan pada November 2025 lalu, setelah beberapa kuartal mengalami penurunan penjualan di gerai yang sama di AS. 
 
Pasar Amerika sangat penting bagi jaringan ini, karena menyumbang 40 persen dari total penjualan internasionalnya.
 
Penurunan kinerja didorong oleh persaingan yang semakin ketat dari jaringan restoran cepat saji yang sedang bangkit kembali seperti Domino's, Papa John's, dan Little Caesars. 
 
Di saat inflasi masih tinggi, para pesaing ini secara agresif memberikan diskon untuk menarik konsumen yang sensitif terhadap harga.
 
Selain itu, jaringan restoran regional berukuran menengah juga telah menggerogoti pangsa pasar. 
Para pesaing makanan cepat saji yang lebih kecil dan lebih gesit ini telah beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan kebiasaan konsumen dalam apa yang disebut "perang pizza".
 
Selain itu, peningkatan pesat aplikasi pengiriman pihak ketiga telah membanjiri pasar dengan pilihan alternatif, yang melemahkan dominasi historis Pizza Hut.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PDI-P Soroti Ultimatum Mahasiswa ke Pemerintah untuk Tindaklanjuti Tuntutan dalam 5 x 24 Jam
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
5 Fakta Gempa M 6,7 Palu Dipicu Sesar Sausu
• 10 jam laludetik.com
thumb
BNN: Sinergi dengan PABPDSI perkuat ketahanan warga desa dari narkoba
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Menanti Dana Asing Kembali ke Indonesia, Simak Penghambat Utamanya
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Ruben Onsu Tengah Siapkan Gugatan Hak Asuh Anak, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.