Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengatakan sinergi dengan Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap ancaman narkoba.
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan desa memiliki peran strategis karena merupakan elemen pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
"Penting pula keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," ujar Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dia pun menekankan jangan sampai Generasi Emas 2045 justru berubah menjadi "Generasi Cemas".
Maka dari itu, Suyudi memberi apresiasi kepada PABPDSI yang telah bersedia berkolaborasi dalam mewujudkan Indonesia Bersinar.
Adapun BNN RI dan PABPDSI telah memperkuat sinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Selasa (9/6).
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Kepala BNN RI dan Ketua Umum PABPDSI Fery Radiansyah, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) hingga tingkat desa.
Ketua Umum PABPDSI Fery Radiansyah menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung berbagai program BNN hingga ke pelosok desa.
Dengan sekitar 570 ribu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tersebar di seluruh Indonesia, PABPDSI berkomitmen mengoptimalkan peran anggotanya dalam mendukung gerakan Desa Bersinar.
Ia juga menegaskan nota kesepahaman yang ditandatangani tersebut menjadi mandat bagi seluruh jajaran PABPDSI untuk berperan aktif dalam mendukung upaya P4GN di tingkat desa.
Melalui penandatanganan MoU itu, BNN berharap sinergi dengan PABPDSI dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap ancaman narkoba.
Langkah tersebut juga diharapkan memperluas jangkauan edukasi, pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan narkoba di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan desa memiliki peran strategis karena merupakan elemen pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
"Penting pula keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," ujar Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dia pun menekankan jangan sampai Generasi Emas 2045 justru berubah menjadi "Generasi Cemas".
Maka dari itu, Suyudi memberi apresiasi kepada PABPDSI yang telah bersedia berkolaborasi dalam mewujudkan Indonesia Bersinar.
Adapun BNN RI dan PABPDSI telah memperkuat sinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Selasa (9/6).
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Kepala BNN RI dan Ketua Umum PABPDSI Fery Radiansyah, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) hingga tingkat desa.
Ketua Umum PABPDSI Fery Radiansyah menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung berbagai program BNN hingga ke pelosok desa.
Dengan sekitar 570 ribu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tersebar di seluruh Indonesia, PABPDSI berkomitmen mengoptimalkan peran anggotanya dalam mendukung gerakan Desa Bersinar.
Ia juga menegaskan nota kesepahaman yang ditandatangani tersebut menjadi mandat bagi seluruh jajaran PABPDSI untuk berperan aktif dalam mendukung upaya P4GN di tingkat desa.
Melalui penandatanganan MoU itu, BNN berharap sinergi dengan PABPDSI dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap ancaman narkoba.
Langkah tersebut juga diharapkan memperluas jangkauan edukasi, pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan narkoba di seluruh wilayah Indonesia.




