Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah menyarankan kepada Israel agar Suriah memerangi kelompok Hizbullah, yang didukung Iran, karena operasi militer Israel di Lebanon telah menyebabkan terlalu banyak korban jiwa.
Trump, seperti dilansir AFP, Rabu (17/6/2026), meyakini Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa akan mampu "melakukan pekerjaan itu" -- memerangi Hizbullah -- jika Israel tidak mampu.
Presiden AS itu bahkan melontarkan pujian untuk Al-Sharaa, yang disebutnya telah melakukan "pekerjaan yang luar biasa".
"Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena, sejujurnya, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik," kata Trump saat berbicara dalam KTT G7 di Prancis pada Selasa (16/6) waktu setempat.
"Jika Israel tidak dapat melakukan pekerjaan itu (memerangi Hizbullah) tanpa membunuh semua orang, maka dia (Al-Sharaa-red) akan melakukan pekerjaan itu. Suriah akan melakukan pekerjaan itu," cetusnya.
Meskipun Trump juga menekankan bahwa Al-Sharaa, yang mantan anggota Al-Qaeda dan mengambil alih kekuasaan di Suriah setelah jatuhnya rezim diktator Bashar al-Assad, "bukanlah orang baik". Namun, Trump juga memujinya karena telah menyatukan Suriah usai perang sipil selama hampir 14 tahun.
Menurut Trump, Al-Sharaa "sangat bagus" dalam menangani Hizbullah dan dia "tidak menyukai mereka".
(nvc/ita)





