JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meminta Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk menangani dampak gempa Palu dengan sebaik-baiknya.
"Pagi tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Update Gempa Palu Sulteng: 118 Gempa Susulan, 1 Korban Jiwa
Pemerintah berduka atas kejadian gempa bumi yang terjadi di Palu yang telah mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia.
"Kami mohon izin menyampaikan rasa duka cita terhadap adanya kejadian gempa di Palu kemarin, yang ada satu korban meninggal dunia dan beberapa yang sedang dirawat," ujar Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan, Istana telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulteng Anwar Hafid.
Baca juga: BNPB Pastikan Potensi Likuifaksi Gempa Palu Sulteng Sudah Lewat
Prasetyo turut mengimbau kepada warga Palu untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
"Dan termasuk terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan," imbuh Prasetyo.
Gempa Palu M 6,7Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mencatat ada 118 gempa susulan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tenggara setelah gempa besar berkekuatan 6,7 magnitudo terjadi Selasa (16/6/2026) kemarin.
"Secara umum itu baik yang dirasakan maupun tidak dirasakan secara total setidaknya sudah ada 118 gempa susulan," katanya dalam konferensi pers, Rabu (17/6/2026).
Pria yang akrab disapa Aam ini mengatakan, gempa yang berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer itu menyebabkan satu korban meninggal dunia. Korban berasal dari Kabupaten Sigi.
Aam juga menegaskan, gempa bumi tersebut berada di darat sehingga tidak berpotensi tsunami.
"Kita melihat beberapa video amatir yang menyebutkan ada fenomena air surut, kita pastikan itu adalah fenomena pasang surut biasa dan tidak ada kaitannya dengan gempa yang terjadi," imbuh dia.
Dia juga menjelaskan, gempa susulan yang terjadi semakin mengecil sebagai ciri pelepasan energi sisa dari gempa utama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




