Siasat Hilirisasi Nikel: Saatnya Indonesia Tiru Lompatan Teknologi Turki

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pernahkah kamu membayangkan, apakah status Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia sudah otomatis menjamin kita menjadi negara maju? Atau jangan-jangan, kita justru sedang berjalan menuju jebakan yang bernama 'commodity curse' karena hanya sibuk untuk mengekspor barang setengah jadi? Pertanyaan mendasar inilah yang mengajak kita untuk melihat siasat Turki. Sebuah negara yang berhasil melakukan lompatan teknologi raksasa dan merombak struktur ekonominya di tengah badai inflasi global.

Turki membuktikan bahwa jawabannya adalah bisa. Di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan inflasi domestik yang tinggi, Turki justru mampu mengembangkan ekspornya dengan pesat. Dari yang sebelumnya bergantung pada komoditas pertanian, kini beralih menjadi manufaktur canggih, otomotif, komponen elektronik, hingga teknologi pertahanan seperti drone Bayraktar yang terkenal secara global.

Kenaikan ekspor ini bahkan hampir mencapai setengah dari total ekspor manufaktur mereka. Ömer Bolat selaku Menteri Perdagangan Turki menyebutkan bahwa produk teknologi menengah-tinggi dan teknologi tinggi kini menyumbang 44 persen dari total ekspor Turki.

Dilansir dari Republika, pergeseran ini menunjukkan transformasi nyata ekonomi Turki dari komoditas tradisional menuju produk bernilai tambah tinggi. Menariknya, produk teknologi ini mayoritas diserap oleh pasar Eropa. Uni Eropa tetap menjadi pasar ekspor terbesar Turki dengan nilai pengiriman mencapai 48,6 miliar dolar AS atau sekitar 43 persen dari total ekspor nasional.

Turki sadar bahwasanya kekuatan global sekarang tidak lagi diukur dari kepemilikan akan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga kemandirian dalam menguasai rantai pasok teknologi global (global supply chain).

Hal ini dijelaskan dalam teori strukturalisme bahwasanya dunia terbagi menjadi wilayah Core (Negara Maju) yang menguasai teknologi dan Periphery (Negara Berkembang) yang hanya menyediakan bahan mentah.

Strukturalisme melihat jika suatu negara hanya pasrah dalam mengekspor bahan mentah atau komoditas setengah jadi, mereka akan selalu terjebak dalam eksploitasi fluktuasi harga pasar yang ditentukan oleh negara-negara maju. Turki berhasil memutus rantai ketergantungan tersebut dengan cara menaikkan kelas negaranya. Sehingga Turki tidak lagi sekadar menjadi penyedia kebutuhan dasar makro, melainkan bertransformasi menjadi produsen teknologi di tingkat atas.

Posisi Indonesia dalam Hilirisasi Nasional

Saat ini Indonesia masih berada di hilirisasi tahap awal yang mengolah nikel mentah menjadi barang setengah jadi, seperti feronikel atau nickel pig iron. Kita belum mampu melompat sepenuhnya untuk mengekspor mobil listrik secara massal maupun membangun ekosistem baterai mandiri. Hal ini terjadi bukan hanya karena lemahnya kolaborasi domestik antara sektor riset dan industri, tetapi juga akibat hantaman proteksionisme global.

Sisi kontra yang harus dihadapi Indonesia saat ini adalah gugatan dari Uni Eropa di World Trade Organization (WTO) terkait kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah. Ironisnya, ketika Turki begitu mudah dalam menyuplai produk berteknologi tingginya ke pasar Eropa, sedangkan Indonesia justru dijepit oleh regulasi internasional ketika mencoba menaikkan kelas ekonominya dari Periphery menuju Core. Tantangan geopolitik inilah yang membuat hilirisasi kita berjalan lebih lambat.

Oleh karena itu, pelajaran berharga dari siasat Turki adalah pentingnya ketahanan regulasi dan ekspansi pasar. Turki membuktikan bahwa untuk lepas dari ketergantungan, dukungan penuh negara pada riset lokal dan penguatan talenta domestik adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Indonesia tidak boleh mundur akibat tekanan WTO dan hilirisasi nikel harus tetap dilanjutkan sebagai batu loncatan strategis menuju kemandirian ekonomi bangsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalender Hijriah 1448 Lengkap dengan Format PDF, Panduan Mengetahui Tanggal Islam Selama Setahun
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Bursa Transfer Super League 2026/2027: Syahrian Abimanyu Masuk Kloter Pertama Perombakan Tim Persik
• 10 jam lalubola.com
thumb
Ironi Superpremium Labuan Bajo: Rapuhnya Keselamatan & Urgensi Transportasi Umum
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Sifat Asli Sarwendah Dibongkar Mantan Manajer, Sikap Mantan Istri Ruben Onsu Dulu dan Sekarang Beda Banget?
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Tahun Baru Islam: Momentum Hijrah, Berani Memulai yang Baik
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.