Bos Cirebon Power Curhat Pasokan Batu Bara untuk PLTU Turun

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON - Wakil Direktur Utama Cirebon Power Joseph Pangalila mengungkapkan bahwa sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) saat ini menghadapi penurunan pasokan batu bara. Dia pun berharap pemerintah dapat segera mencari solusi untuk mengatasi persoalan ini. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena batu bara masih menjadi sumber energi utama bagi sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia, termasuk sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali).

"Kami berharap apa yang kami sampaikan bisa menjadi bahan masukan untuk perbaikan kebijakan energi nasional, terutama terkait pasokan batu bara yang saat ini berkurang. Kami berharap isu-isu di sekitar batu bara dapat diselesaikan dengan baik,” kata Joseph, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, perusahaan saat ini terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar melalui koordinasi intensif dengan para pemasok. 

Selain berkomunikasi dengan pemasok yang sudah ada, perusahaan juga membuka peluang mendapatkan suplai dari sumber lain guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

"Dari sisi perusahaan, kami terus berdiskusi dengan supplier batu bara untuk meningkatkan pasokan dan juga membuka peluang memperoleh suplai dari pemasok lainnya," ujarnya.

Baca Juga

  • ESDM Cari Tambahan 20 Juta Ton Batu Bara untuk PLTU PLN
  • Pasokan Batu Bara PLTU Terjaga, Stok PLN Capai 15,9 Hari
  • Bahlil Ancam Larang Ekspor Batu Bara Jika Pasokan PLTU Terganggu

Pernyataan tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah penilaian positif yang diberikan Dewan Energi Nasional (DEN) terhadap pengelolaan PLTU Cirebon. 

Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan industri, Sripeni Inten Cahyani, menyebut bahwa pembangkit tersebut layak menjadi contoh bagi industri ketenagalistrikan nasional.

Mantan Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) itu menilai pengelolaan operasional pembangkit berjalan baik. 

Ia menyoroti nilai equivalent availability factor (EAF) yang berada di atas 85% serta capacity factor sekitar 80%. Kedua indikator tersebut menunjukkan tingkat keandalan dan pemanfaatan pembangkit yang relatif tinggi.

"Kami melihat salah satu contoh yang bagus, mulai dari pengelolaan batu bara hingga operasional pembangkitnya," kata Sripeni.

Ia juga mengapresiasi penggunaan teknologi supercritical dan ultra super critical yang dinilai lebih efisien dibanding pembangkit batu bara konvensional. 

Teknologi tersebut memungkinkan penggunaan bahan bakar yang lebih hemat sekaligus menekan emisi yang dihasilkan dalam proses pembangkitan listrik.

Selain itu, Cirebon Power disebut sedang mengkaji penerapan teknologi carbon capture and storage (CCS) untuk menangkap emisi karbon sebelum dilepaskan ke atmosfer. 

Perusahaan juga mempertimbangkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di area yang masih tersedia.

Penilaian serupa disampaikan anggota DEN lainnya Muhammad Kholid Syeirazi. Ia menyebut, PLTU Cirebon sebagai salah satu contoh pengelolaan pembangkit berbasis batu bara yang tetap berupaya mengikuti agenda dekarbonisasi nasional.

Menurut Kholid, keberadaan PLTU masih menjadi kebutuhan sistem ketenagalistrikan nasional karena berfungsi sebagai pembangkit beban dasar atau base load

Karena itu, keandalan pasokan batu bara tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di wilayah Jamali yang menjadi pusat konsumsi listrik nasional.

"Kita belum bisa sepenuhnya meninggalkan PLTU sebagai tulang punggung elektrifikasi nasional. Tetapi kita terus mendorong agar PLTU berkomitmen terhadap pengurangan emisi dan menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Berpeluang Uji 6.577, Pasar Nantikan Hasil Rapat The Fed dan BI
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kreativitas dan Ekonomi Hijau, TP PKK Makassar Latih Kader Ubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Menyusuri Kali Cokel dan Bermain Ombak Pantai Watukarung
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Augie Fantinus Impikan Duel Messi vs Ronaldo di Final Piala Dunia 2026
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kejagung Masih Dalami Laporan Purbaya soal Manipulasi Ekspor CPO
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.